HEXAGON THEORY: POTENSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN (Studi Pada Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021 – 2023)

ARDIANSYAH, Anindra and JANUARTI, Indira,(17 June 2025), HEXAGON THEORY: POTENSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN (Studi Pada Perusahaan Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021 – 2023). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (171kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (120kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (157kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (178kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (264kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai faktor yang dapat memicu kecurangan dalam Hexagon Theory dan Konservatisme Akuntansi terhadap kecurangan laporan keuangan. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kecurangan laporan keuangan yang diukur menggunakan F-score (Dechow, 2011). Variabel-variabel independen yang diuji dalam penelitian ini mencakup faktor tekanan dengan proksi financial stability, faktor kesempatan dengan proksi proporsi komisaris independen, faktor rasionalisasi dengan proksi pergantian auditor, faktor kapabilitas dengan proksi pergantian direksi, faktor arogansi dengan proksi kemunculan foto CEO, dan faktor kolusi dengan proksi koneksi politik, serta variabel diluar Hexagon Theory yaitu konservatisme akuntansi. Objek penelitian ini adalah perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021 hingga 2023 sejulam 252 perusahaan. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan dilanjutkan dengan mengeluarkan data outlier, agar data terhindar dari bias. Adapun jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 200. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial stability sebagai representasi dari faktor tekanan berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa tekanan keuangan dapat mendorong manajemen untuk melakukan kecurangan laporan keuangan. Di sisi lain, pergantian direksi yang mencerminkan faktor kapabilitas justru menunjukkan pengaruh negatif, mengindikasikan bahwa pergantian direksi dapat menurunkan risiko terjadinya kecurangan laporan keuangan. Sementara itu, proporsi komisaris independen, pergantian auditor, koneksi politik, munculnya foto CEO, dan konservatisme akuntansi tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel-variabel tersebut belum memberikan kontribusi yang kuat dalam menjelaskan terjadinya kecurangan di perusahaan makanan dan minuman yang menjadi objek penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan literatur mengenai pendeteksian kecurangan laporan keuangan serta menjadi referensi bagi regulator, auditor, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengidentifikasi faktor risiko kecurangan di sektor industri makanan dan minuman.
Keywords : Fraud, Financial Statement Fraud, Hexagon Theory, Accounting Conservatism, Food and Beverage Companies, Indonesia Stock Exchange, Fraud, Kecurangan Laporan Keuangan, Hexagon Theory, Konservatisme Akuntansi, Perusahaan Makanan dan Minuman, Bursa Efek Indonesia
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Akuntansi
Depositing User: Anindra Ardiansyah
Date Deposited: 26 Jun 2025 05:06
Last Modified: 26 Jun 2025 05:06
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/16468

Actions (login required)

View Item
View Item