PRASETYO, Agung and PERDHANA, Mirwan Surya,(12 June 2025), STUDI IMPLEMENTASI ENERGI TERBARUKAN DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF SUB HOLDING PT. PLN INDONESIA POWER : SUATU TINJAUAN FENOMENOLOGI. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (212kB)
Download (266kB)
Download (271kB)
Download (1MB)
Download (353kB)
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai hambatan implementasi pelaksanaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia dengan menggunakan pendekatan fenomenologis terhadap pengalaman manajemen di lingkungan subholding PT. PLN Indonesia Power. Hambatan teknis seperti keterbatasan infrastruktur, ketidaksesuaian desain pembangkit dengan bahan bakar alternatif, dan minimnya kesiapan teknologi penyimpanan energi adalah beberapa dari hambatan teknis yang ditemukan. Secara ekonomi, proyek EBT tidak menarik bagi investor karena tingginya biaya awal investasi, kurangnya insentif fiskal, dan dominasi subsidi energi fosil. Faktor politik utama yang menghambat keberlanjutan program energi terbarukan adalah perubahan kebijakan dan ketidakpastian regulasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data difokuskan pada eksplorasi pengalaman dan makna yang dibentuk oleh partisipan sebanyak 5 orang pada level manajemen di PT. PLN Indonesia Power yang merasakan dan mengelola hambatan-hambatan teknis, ekonomi, sosial, dan politik dalam proses transisi energi.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka kesimpulan pada penelitian ini adalah : (1) Implementasi Energi Terbarukan (EBT) dilingkungan PT. PLN Indonesia Power masih menghadapi hambatan yang kompleks dan saling berkaitan. (2) Peran internal organisasi sangat menentukan, pengalaman dan pemahaman para manajer dilevel operasional menunjukkan banyak tantangan justru bersumber dari dalam organisasi dan masih terdapat kesenjangan pemahaman antara kebijakan level pusat dan implementasi di level unit pembangkit. (3) Perlunya pendekatan sistemik dan kolaboratif untuk mempercepat transisi energi, melalui sinkronisasi kebijakan pemerintah, kesiapan teknologi, dan peran aktif Masyarakat. (4) Strategi penanggulangan hambatan sosial ini menekankan pentingnya pendekatan partisipatif, edukatif, dan komunikatif yang mengedepankan keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam setiap tahapan proyek energi terbarukan. (5) Strategi manajerial yang adaptif melalui peningkatan kapasitas SDM, integrasi teknologi informasi untuk pemantauan proyek, serta penguatan kolaborasi dengan pihak swasta dan investor menjadi elemen penting dalam mendukung transisi energi berkelanjutan dan pencapaian target Net Zero Emission tahun 2060.
| Keywords : | Renewable energy, Implementation Barriers, Managerial Strategy, Energi terbarukan, Hambatan Implementasi, Strategi Manajerial |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | Manajemen |
| Depositing User: | Agung Prasetyo |
| Date Deposited: | 01 Jul 2025 10:09 |
| Last Modified: | 01 Jul 2025 10:09 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/16638 |


