MUHTAROMAH, Fithrotun and KURNIA, Akhmad Syakir,(7 October 2025), DETERMINAN KETIMPANGAN STRUKTURAL DI NEGARA ANGGOTA ORGANISASI KERJA SAMA ISLAM: PERAN KEUANGAN ISLAM, PEMBANGUNAN MANUSIA, DAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (157kB)
Download (352kB)
Download (351kB)
Download (739kB)
Download (373kB)
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan ketimpangan
struktural di negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dengan
mengintegrasikan tiga dimensi utama, yaitu struktur ekonomi, sosial, dan politik.
Fokus penelitian diarahkan pada peran keuangan Islam, pembangunan manusia, dan
tata kelola pemerintahan. Penelitian ini menggunakan data panel dari 53 negara
anggota OKI pada periode 2017-2023. Analisis dilakukan menggunakan dua model
regresi panel, perbedaannya terletak pada indikator variabel Islamic finance dan
pengukuran pada variabel regime. Kedua model ini dianalisis menggunakan fixed
effect model dengan cross-section SUR (PCSE) untuk memperoleh estimasi yang
robust terhadap autokorelasi dan heteroskedastisitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamic Finance pada model pertama
tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap ketimpangan pendapatan
antara negara yang mengadopsi keuangan Islam maupun tidak, namun berpengaruh
positif dan signifikan pada model kedua. Sebaliknya, rata-rata lama sekolah
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan. Hal ini didukung oleh
teori capability approach yang menekankan pentingnya pendidikan dalam
memperluas kesempatan ekonomi. Variabel pengangguran berpengaruh positif
namun tidak signifikan terhadap ketimpangan. Kemudian, control of corruption
berpengaruh negatif dan signifikan, menegaskan peran penting penguatan institusi
dalam menekan ketimpangan. Analisis terhadap rezim electoral autocracy tidak
berpengaruh signifikan, sedangkan rezim electoral democracy justru berpengaruh
positif dan signifikan terhadap ketimpangan. Pada model kedua, regime juga
memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan. Selanjutnya,
adanya hubungan non linear antara GDP dan ketimpangan, berbentuk kurva U, dan
tidak sesuai dengan hipotesis Kuznets.
Temuan tersebut menegaskan bahwa ketimpangan pendapatan di negara
negara anggota OKI tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh
kualitas institusi, pembangunan manusia, dan struktur politik. Dengan demikian,
strategi
pengurangan ketimpangan perlu dilakukan melalui pendekatan
multidimensi yang meliputi optimalisasi peran keuangan Islam, peningkatan
kualitas pendidikan, dan penguatan tata kelola pemerintahan.
| Keywords : | Income inequality, Islamic finance, human development, governance, political regime, cross-section SUR (PCSE), Ketimpangan pendapatan, Islamic Finance, pembangunan manusia, tata kelola pemerintahan, rezim politik, cross-section SUR (PCSE) |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Islam |
| Depositing User: | Fithrotun Muhtaromah |
| Date Deposited: | 26 Nov 2025 07:00 |
| Last Modified: | 26 Nov 2025 07:00 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17350 |


