AL AQSHA, Muhammad Dzaki and RAMADHAN, Adi Firman,(20 November 2025), AI IN ACCOUNTING: COMBINED AUTOENCODER AND BENFORD’S LAW FIRST DIGIT ANALYSIS APPROACH FOR ANOMALY DETECTION IN ACCOUNTING JOURNAL ENTRY DATA. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (277kB)
Download (264kB)
Download (268kB)
Download (343kB)
Download (322kB)
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Efektivitas serta cakupan generalisasi metode deteksi anomali yang umum
digunakan untuk data akuntansi berskala besar telah lama menjadi permasalahan
yang diperdebatkan. Umumnya, performa pendekatan-pendekatan yang umum
digunakan saat ini seringkali dinilai kurang memuaskan. Pendekatan-pendekatan
yang lazim digunakan umumnya didasarkan pada kasus-kasus fraud lampau yang
tidak dapat digeneralisasi dengan baik pada data-data baru. Terlebih lagi,
permasalahan ini juga memiliki konsekuensi bisnis yang bersifat negatif apabila
indikator temuan yang tidak tepat menyetir arah prosedur-prosedur lanjutan. Di
saat yang bersamaan, perkembangan konsep serta penerapan teknologi
kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (ML) sebagaimana telah
didemonstrasikan
pada bidang-bidang keilmuan lainnya sebaliknya
merepresentasikan potensi solutif menjanjikan dalam menyelesaikan polemik
tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas pendekatan berbasis
kecerdasan buatan/pembelajaran mesin yakni jaringan syaraf tiruan autoencoder
dalam konteks deteksi anomali, yang juga dibandingkan dengan salah satu
metode deteksi anomali akuntansi yang populer digunakan yaitu analisis digit
hukum Benford, serta mengajukan suatu pendekatan baru yang menggabungkan
kedua metode tersebut melalui suatu mekanisme multiplier yang didapatkan
secara heuristik melalui eksperimen berulang. Dengan melakukan pengujian
penerapan ketiga metode pada data nyata yang terdiri dari 500,000+ baris data
jurnal akuntansi yang diperoleh dari tabel BKPF dan BSEG dari sistem ERP SAP
suatu entitas nyata yang telah disamarkan dan disuntik dengan anomali sintetis,
ditemukan bahwa pendekatan berbasis jaringan syaraf tiruan autoencoder
sebagai metode yang paling efektif diukur dari sensitivitas (recall) serta dalam
menyeimbangkan tradeoff precision dan recall melalui metrik F1-score. Temuan
ini menggarisbawahi potensi menjanjikan penerapan pendekatan berbasis
kecerdasan buatan/pembelajaran mesin terutama sekali pada konteks
pengauditan internal. Pendekatan baru yang diajukan mendemonstrasikan
wanprestasi dalam tujuannya untuk memperbaiki masalah recall dari model
baseline autoencoder, kendatipun demikian perbedaan kinerja di antara keduanya
tidak cukup signifikan untuk memberikan kesimpulan yang dapat digeneralisasi
secara luas. Temuan-temuan ini menunjukkan tingginya potensi kinerja model
autoencoder dalam implementasi yang mengutamakan performa recall
dibandingkan dengan precision (misalnya dalam audit internal), sedangkan
kondisi sebaliknya dapat dengan lebih baik diakomodasi menggunakan analisis
digit pertama Hukum Benford (misalnya dalam audit eksternal).
| Keywords : | Anomaly Detection . Accounting . Auditing . Autoencoder . Benford’s Law . Artificial Neural Network . Machine Learning . Deep learning . Artificial Intelligence, Deteksi Anomali . Akuntansi . Pengauditan . Autoencoder . Hukum Benford . Jaringan Syaraf Tiruan . Pembelajaran Mesin . Deep learning . Kecerdasan Buatan |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Akuntansi |
| Depositing User: | Muhammad Dzaki Al Aqsha |
| Date Deposited: | 26 Nov 2025 04:06 |
| Last Modified: | 26 Nov 2025 04:06 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17351 |


