RESPONS RITEL TRADISIONAL TERHADAP GERAKAN BOIKOT PRODUK PRO-ISRAEL (STUDI KUALITATIF PADA WARUNG MADURA KOTA SEMARANG)

AL HAFIZ, Rahmat and ZUSAK, M Bastomi Fahri,(23 October 2025), RESPONS RITEL TRADISIONAL TERHADAP GERAKAN BOIKOT PRODUK PRO-ISRAEL (STUDI KUALITATIF PADA WARUNG MADURA KOTA SEMARANG). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (351kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (414kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (381kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (462kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (403kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Fenomena boikot produk pro-Israel di Indonesia mencerminkan meningkatnya kesadaran etis, politik, dan kemanusiaan dalam praktik konsumsi. Masih banyak warung Madura di Kota Semarang masih tetap menjual produk yang menjadi sasaran boikot meskipun kampanye boikot tersebar luas dan memperoleh dukungan publik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pelaku usaha ritel tradisional memaknai dan merespons gerakan boikot dalam konteks sosial dan ekonomi lokal. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan dalam penelitian ini melalui teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap pedagang warung Madura serta didukung oleh informasi dari Majelis Ulama Indonesia. Analisis dilakukan dengan kerangka Social Movement Theory yang menekankan pada framing processes, mobilizing structures, political opportunity, dan identity collective. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang memaknai isu boikot secara beragam, mulai dari aspek agama, politik, hingga kemanusiaan. Keputusan untuk tetap menjual produk pro-Israel dalam praktiknya lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi, keterbatasan distribusi produk alternatif, lemahnya tekanan konsumen, serta tidak adanya kebijakan pemerintah yang tegas. Dengan demikian, respons ritel tradisional terhadap gerakan boikot bersifat fragmentaris dan pragmatis, mencerminkan dilema antara solidaritas moral dengan kebutuhan ekonomi. Studi ini berkontribusi dengan menyoroti posisi ritel tradisional sebagai aktor mikro yang terdampak langsung oleh dinamika gerakan sosial global, sekaligus membuka ruang bagi perumusan strategi kebijakan yang mendukung keberlanjutan usaha kecil di tengah perubahan sosial-ekonomi yang kompleks.
Keywords : Boycott, Social Movement, Traders' Response, Palestine, MSMEs, Madura Stalls, Semarang City, Boikot, Gerakan Sosial, Respons Pedagang, Palestina, UMKM, Warung Madura, Kota Semarang,
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Islam
Depositing User: Rahmat Al Hafiz
Date Deposited: 01 Dec 2025 03:13
Last Modified: 01 Dec 2025 03:33
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17365

Actions (login required)

View Item
View Item