PEMAKNAAN KESEJAHTERAAN PEDAGANG KAKI LIMA PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH (Studi Fenomenologi di Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal)

ANBAR, Ghoitsa and FUADI, Ariza,(8 June 2026), PEMAKNAAN KESEJAHTERAAN PEDAGANG KAKI LIMA PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH (Studi Fenomenologi di Ruang Terbuka Hijau Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (215kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris))] Text (Abstrak (Inggris))) - Published Version
Download (244kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (244kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (244kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (253kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Boja bertujuan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, pedagang kaki lima kaki lima (PKL) masih menghadapi berbagai kendala, seperti ukuran kios yang sempit, sistem drainase yang kurang optimal, serta penurunan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemaknaan kesejahteraan pedagang kaki lima kaki lima di RTH Boja di tengah keterbatasan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima pedagang kaki lima kaki lima dan observasi lapangan. Analisis dilakukan menggunakan perspektif maqashid syari’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan kesejahteraan pedagang kaki lima terbentuk melalui interaksi antara kondisi ekonomi yang tidak stabil, strategi adaptasi, dan nilai religiusitas yang dimiliki. Pedagang kaki lima memaknai kesejahteraan melalui tiga dimensi utama, yaitu hidup berkecukupan, hidup tenang, dan hidup aman. Strategi adaptasi berupa pengelolaan keuangan yang fleksibel serta penguatan nilai religiusitas seperti syukur dan tawakal berperan penting dalam membentuk kesejahteraan subjektif pedagang kaki lima. Dalam perspektif maqashid syari’ah, kesejahteraan pedagang kaki lima telah mencapai tingkat dharuriyat dan sebagian hajiyat, namun belum optimal pada tingkat tahsiniyat. Dengan demikian, kesejahteraan tidak dimaknai sebagai akumulasi kekayaan, melainkan sebagai kemampuan mempertahankan keberlangsungan hidup di tengah berbagai keterbatasan.
Keywords : Well-Being Perception, Street Vendors, Green Open Space, Interpretative Phenomenological Analysis, Maqashid Sharia., Makna Kesejahteraan, Pedagang kaki lima Kaki Lima, Ruang Terbuka Hijau, Interpretative Phenomenological Analysis, Maqashid Syari’ah.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Islam
Depositing User: Ghoitsa Anbar
Date Deposited: 19 Jun 2026 03:00
Last Modified: 19 Jun 2026 03:01
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18231

Actions (login required)

View Item
View Item