PENERIMAAN TEKNOLOGI DALAM IMPLEMENTASI BRIMEN: STUDI KONTEKSTUAL PADA BRI DI WILAYAH URBAN DAN RURAL SERTA SEGMEN MIKRO DAN SME

NURDIN, Asep and PERDHANA, Mirwan Surya,(30 April 2026), PENERIMAAN TEKNOLOGI DALAM IMPLEMENTASI BRIMEN: STUDI KONTEKSTUAL PADA BRI DI WILAYAH URBAN DAN RURAL SERTA SEGMEN MIKRO DAN SME. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (285kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (378kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (424kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (385kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (406kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (11MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman pengguna internal aplikasi BRIMEN pada petugas operasional kredit dan supervisor operasional kredit dalam empat konteks operasional, yaitu Urban–Mikro, Urban–SME, Rural–Mikro, dan Rural–SME, serta menganalisis peran Perceived Ease of Use (PEOU) dan Perceived Usefulness (PU) dalam penerimaan teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan desain studi kasus deskriptif, di mana data kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan melalui teknik stratified sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan teknologi BRIMEN pada pekerja Bank Rakyat Indonesia (BRI) dipengaruhi secara signifikan oleh Perceived Usefulness (PU) dan Perceived Ease of Use (PEOU), di mana persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan menjadi faktor utama dalam membentuk pengalaman pengguna pada berbagai konteks operasional. Pengalaman penggunaan BRIMEN menunjukkan perbedaan antara wilayah urban dan rural, serta pada segmen mikro dan SME. Pada wilayah urban, BRIMEN dipersepsikan lebih efektif dalam mendukung efisiensi administrasi kredit, monitoring dokumen, dan percepatan proses kerja karena didukung infrastruktur, pembagian fungsi kerja, manajerial, dan literasi digital yang relatif lebih baik, meskipun masih terdapat kendala pada proses scanning dan kejelasan alur approval. Sebaliknya, pada wilayah rural implementasi BRIMEN masih menghadapi tantangan struktural berupa keterbatasan fasilitas, kualitas jaringan, beban kerja ganda terutama di segmen Mikro, rendahnya kesiapan digital, serta masih adanya penggunaan sistem legacy secara paralel sehingga pemanfaatan sistem belum optimal. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi terhadap kemudahan dan manfaat penggunaan BRIMEN sangat dipengaruhi oleh kualitas infrastruktur, dukungan organisasi, kejelasan SOP, dan kemampuan digital pengguna. Oleh karena itu, optimalisasi implementasi BRIMEN memerlukan intervensi operasional yang bersifat kontekstual melalui penguatan infrastruktur, penyederhanaan SOP digital, penataan pembagian peran kerja, peningkatan fitur monitoring dan notifikasi sistem, serta penguatan pelatihan dan literasi digital agar manfaat sistem dapat dirasakan secara lebih merata pada seluruh unit kerja BRI.
Keywords : Technology Acceptance Model (TAM), Banking, Digitalization of Document Governance, Technology Acceptance Model (TAM), Perbankan, Digitalisasi Tata Kelola Dokumen
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Manajemen
Depositing User: Asep Nurdin
Date Deposited: 22 Jun 2026 03:42
Last Modified: 22 Jun 2026 03:42
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18255

Actions (login required)

View Item
View Item