PENGARUH MATURITY MISMATCH DAN OPERATIONAL MISMATCH TERHADAP RISIKO SISTEMATIS (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2019 – 2024)

SYAFITRIANI, Nawang Wulan and ARFINTO, Erman Denny,(8 June 2026), PENGARUH MATURITY MISMATCH DAN OPERATIONAL MISMATCH TERHADAP RISIKO SISTEMATIS (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2019 – 2024). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (403kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (294kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (308kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (326kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (329kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh maturity mismatch dan operational mismatch terhadap risiko sistematis (beta) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2024. Maturity mismatch didefinisikan sebagai kondisi ketika kebutuhan investasi jangka panjang perusahaan tidak sepenuhnya didukung oleh sumber pendanaan internal maupun pendanaan jangka panjang, sehingga perusahaan bergantung pada pembiayaan jangka pendek. Operational mismatch mengacu pada ketidaksesuaian antara operating risk dan price risk perusahaan, yang diadaptasi dari artikel Morningstar mengenai klasifikasi operating risk dan price risk sebagaimana dirujuk dalam laman akademik Aswath Damodaran di NYU Stern School of Business. Variabel kontrol yang digunakan meliputi leverage (DER), ukuran perusahaan (SIZE), profitabilitas (ROA), dan likuiditas (CR). Populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI secara konsisten selama periode 2019–2024 dengan kelengkapan data laporan keuangan dan harga saham bulanan, menghasilkan data panel seimbang dari 112 perusahaan dengan 672 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model terpilih Fixed Effect Model (FEM) yang diestimasi menggunakan Panel Corrected Standard Errors (PCSE) melalui pendekatan Period SUR untuk mengoreksi permasalahan heteroskedastisitas dan autokorelasi, dengan taraf signifikansi 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maturity mismatch tidak berpengaruh signifikan terhadap systematic risk, yang mengindikasikan bahwa maturity mismatch yang diterapkan perusahaan manufaktur di Indonesia cenderung bersifat aktif dan strategis, bukan kondisi pasif yang meningkatkan risiko sistematis perusahaan. Operational mismatch juga tidak berpengaruh signifikan terhadap systematic risk. Pada variabel kontrol, firm size berpengaruh negatif signifikan terhadap systematic risk, sedangkan liquidity berpengaruh positif signifikan. Leverage dan profitability tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap systematic risk.
Keywords : maturity mismatch, operational mismatch, systematic risk, beta, manufacturing companies, IDX, maturity mismatch, operational mismatch, risiko sistematis, beta, perusahaan manufaktur, BEI
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Manajemen
Depositing User: Nawang Wulan Syafitriani
Date Deposited: 26 Jun 2026 09:08
Last Modified: 26 Jun 2026 09:08
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18429

Actions (login required)

View Item
View Item