PENGARUH INSTRUMEN MONETER SYARIAH TERHADAP PRODUKTIVITAS MANUFAKTUR DAN KONSUMSI RITEL DI INDONESIA

SHAKTI, Galih Fajar and NAYLAH, Maal,(24 June 2026), PENGARUH INSTRUMEN MONETER SYARIAH TERHADAP PRODUKTIVITAS MANUFAKTUR DAN KONSUMSI RITEL DI INDONESIA. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (3MB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (3MB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (3MB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (3MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (3MB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh instrumen moneter syariah melalui Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) dan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS) terhadap sektor riil Indonesia, yang diproksikan oleh Indeks Produksi Industri (IPI) dan Indeks Penjualan Riil (IPR). Studi terdahulu lebih banyak mengkaji transmisi moneter syariah pada sektor perbankan dan variabel makro agregat, sehingga dampaknya terhadap komponen sektoral sektor riil masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh jangka pendek dan jangka panjang SBIS, FASBIS, nilai tukar, dan inflasi terhadap IPI dan IPR periode Januari 2016–Desember 2021 menggunakan metode ARDL Pesaran et al. (2001) dengan 72 observasi bulanan. Kointegrasi diuji melalui Bounds Test Narayan (2005), stabilitas model dievaluasi dengan CUSUM dan CUSUM of Squares. Hasil estimasi mengkonfirmasi kointegrasi jangka panjang pada kedua model, ditunjukkan ECT negatif signifikan sebesar −0,340 (IPI) dan −0,477 (IPR). Dalam jangka pendek, FASBIS dan SBIS berpengaruh negatif signifikan terhadap IPI, nilai tukar berpengaruh negatif signifikan pada lag 3–4, dan inflasi berpengaruh positif signifikan. Terhadap IPR, FASBIS berpengaruh negatif signifikan pada lag 1 dan 3, nilai tukar berpengaruh positif signifikan pada lag 2, sedangkan SBIS dan inflasi tidak berpengaruh signifikan. Dalam jangka panjang, FASBIS, SBIS, nilai tukar, dan inflasi seluruhnya berpengaruh signifikan terhadap IPI, sementara tidak ada variabel yang berpengaruh signifikan terhadap IPR. Temuan ini mengindikasikan pola transmisi yang asimetris antara sektor manufaktur dan ritel. Efektivitas instrumen moneter syariah lebih terasa pada sisi penawaran dibandingkan sisi permintaan, sehingga kalibrasi kebijakan yang mempertimbangkan karakteristik sektoral menjadi penting dalam perancangan kebijakan moneter syariah.
Keywords : SBIS, FASBIS, Islamic Monetary Policy, ARDL, Real Sector, SBIS, FASBIS, Kebijakan Moneter Syariah, ARDL, Sektor Riil
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Islam
Depositing User: Galih Fajar Shakti
Date Deposited: 01 Jul 2026 03:12
Last Modified: 01 Jul 2026 03:13
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18580

Actions (login required)

View Item
View Item