PENGARUH RESTRUKTURISASI KREDIT COVID 19, NONPERFORMING LOAN, EFISIENSI OPERASIONAL DAN RISIKO LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS BPR DI SOLO RAYA

YUNIANTO, Eko and MAWARDI, Wisnu,(18 June 2026), PENGARUH RESTRUKTURISASI KREDIT COVID 19, NONPERFORMING LOAN, EFISIENSI OPERASIONAL DAN RISIKO LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS BPR DI SOLO RAYA. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (275kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (347kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (262kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (319kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (321kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh restrukturisasi kredit terdampak COVID-19, Non-Performing Loan (NPL), Cash Ratio (CR), efisiensi operasional (BOPO), terhadap kinerja keuangan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Solo Raya yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE). Pandemi COVID-19 mendorong OJK menerbitkan POJK Nomor 11/POJK.03/2020 yang memberikan payung hukum bagi restrukturisasi kredit debitur terdampak pandemi. Penelitian ini berlandaskan Teori Sinyal untuk menjelaskan mekanisme setiap variabel dalam mengomunikasikan informasi kepada pemangku kepentingan dan Teori Kontingensi untuk menjelaskan peran ukuran BPR dalam memoderasi dampak krisis terhadap profitabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel seimbang sebanyak 455 observasi yang diperoleh dari 65 BPR konvensional yang berkantor pusat di wilayah Solo Raya selama sembilan periode semesteran dari Desember 2019 hingga Desember 2022, yang bersumber dari Sistem Informasi Perbankan (SIP) OJK. Regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) dan cluster-robust standard errors dipilih berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) restrukturisasi kredit COVID-19 berpengaruh positif signifikan terhadap ROA namun tidak signifikan terhadap ROE; (2) NPL berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA dan ROE, dengan dampak terhadap ROE yang jauh lebih besar; (3) CR memiliki pengaruh berbeda arah — negatif terhadap ROA dan positif signifikan terhadap ROE — yang memvalidasi secara empiris prediksi Teori Sinyal; (4) BOPO merupakan determinan terkuat ROA (negatif signifikan) namun tidak signifikan terhadap ROE; serta (5) LnSize berpengaruh positif signifikan terhadap ROA dan ROE, memberikan justifikasi empiris bagi kebijakan konsolidasi BPR oleh OJK. Kedua model menunjukkan daya penjelas yang kuat (R² = 85,86% untuk model ROA; R² = 79,34% untuk model ROE). Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi manajemen BPR, regulator, dan investor dalam merumuskan strategi manajemen risiko kredit yang adaptif di era pascapandemi.
Keywords : COVID-19 Credit Restructuring, NPL, Cash Ratio, BOPO, ROA, ROE, Fixed Effect Model, BPR, Solo Raya, Signaling Theory, Contingency Theory, Restrukturisasi Kredit COVID-19, NPL, Cash Ratio, BOPO, ROA, ROE, Fixed Effect Model, BPR, Solo Raya, Teori Sinyal, Teori Kontingensi
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Manajemen
Depositing User: Eko Yunianto
Date Deposited: 06 Jul 2026 08:02
Last Modified: 06 Jul 2026 08:02
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18630

Actions (login required)

View Item
View Item