PENGARUH ELEMEN-ELEMEN FRAUD HEXAGON TERHADAP INDIKATOR KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2025)

KARUNIASIH, Karuniasih and ZULAIKHA, Zulaikha,(30 June 2026), PENGARUH ELEMEN-ELEMEN FRAUD HEXAGON TERHADAP INDIKATOR KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2025). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (307kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (208kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (221kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (273kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (320kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengadopsi Hexagon fraud theory untuk mendeteksi perusahaan yang terindikasi terjadi kecurangan laporan keuangan yang didasarkan pada indikator kecurangan Beneish M-Score. Berdasarkan Hexagon fraud theory, ada enam indikator kecurangan yaitu: Tekanan, Peluang, Rasionalisasi, Kapabilitas, Arogansi, dan Kolusi. Dalam penelitian ini, keenam indikator tersebut direfleksikan ke dalam delapan variabel penelitian yaitu: tekanan diproksikan dengan target keuangan dan tekanan eksternal, peluang diproksikan dengan ketidakefektifan pengawasan, rasionalisasi diproksikan dengan pergantian auditor dan rasio total akrual, kemampuan diproksikan dengan pergantian direksi, arogansi diproksikan dengan frekuensi jumlah foto CEO, dan kolusi diproksikan dengan koneksi politik. Tujuan penelitian ini untuk menguji apakah delapan variabel yang diturunkan dari Hexagon Fraud Theory berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Sampel dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2021-2025. Berdasarkan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 58 perusahaan dengan pengamatan laporan keuangan tahun 2012-2025, sehingga diperoleh jumlah pengamatan n=290. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi logistik dengan bantuan SPSS versi 26 dan Eviews 14. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa target keuangan, tekanan eksternal, ketidakefektifan pengawasan, rasio total akrual, dan frekuensi jumlah foto CEO berpengaruh positif signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan, namun pergantian direksi berpengaruh sebaliknya. Sedangkan variabel lainnya: pergantian auditor dan koneksi politik tidak berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Implikasi, keterbatasan, dan saran untuk penelitian mendatang juga didiskusikan.
Keywords : fraud hexagon, financial statement fraud, fraud hexagon, kecurangan laporan keuangan
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Akuntansi
Depositing User: Karuniasih Karuniasih Nia
Date Deposited: 09 Jul 2026 09:05
Last Modified: 09 Jul 2026 09:05
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18649

Actions (login required)

View Item
View Item