ANALISIS PERSEPSI, ADAPTASI, DAN MANAJEMEN PERUBAHAN DALAM TRANSFORMASI DIGITAL TRADE FINANCE DI BANK BRI

RAMANDA, Diar Kusuma and PERDHANA, Mirwan Surya,(18 June 2026), ANALISIS PERSEPSI, ADAPTASI, DAN MANAJEMEN PERUBAHAN DALAM TRANSFORMASI DIGITAL TRADE FINANCE DI BANK BRI. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (315kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (356kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (300kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (382kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (282kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ekuilibrium manajemen perubahan, persepsi, serta adaptasi pemangku kepentingan internal terhadap transformasi Digital Trade Finance (DTF) berbasis platform Qlola di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Melalui pendekatan kualitatif eksploratif, data dikumpulkan menggunakan wawancara mendalam terhadap 25 partisipan lintas hierarki (manajerial, operasional, dan TI) serta observasi partisipatif di Trade Processing Center (TPC). Data dianalisis secara tematik dengan menggunakan pisau analisis Force Field Analysis dari Kurt Lewin. Hasil penelitian mengungkap bahwa secara arsitektural, implementasi Qlola sukses mengakselerasi efisiensi Service Level Agreement (SLA) dan mereduksi rasio kesalahan operasional (error rate), yang secara determinan didorong oleh kekuatan pendorong (driving forces) berupa mandat sentralistik (top-down KPI) dari jajaran direksi. Namun demikian, proses ini menciptakan ekuilibrium semu (quasi-stationary equilibrium) akibat kuatnya kekuatan penahan (restraining forces) berupa disfungsi kultural pada masa transisi (parallel run) yang memicu beban kerja ganda (double workload) dan kelelahan operasional ekstrem (burnout). Kelambanan adopsi ekosistem nirkertas (paperless) terbukti tidak berakar pada kegagalan sistem, melainkan pada kendala unlearning process dan sindrom kecemasan audit (audit anxiety) di kalangan staf demografi senior, yang bersikap defensif mempertahankan warkat cetak demi sebuah rasa aman semu. Transisi ini makin diperparah oleh budaya ketergantungan nasabah (segmen UKM) yang menolak portal layanan mandiri (self-service), sehingga mereduksi fungsi petugas cabang menjadi sekadar agen administratif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi sosiologis berupa penetapan titik henti mutlak (hard cut-off point) terhadap dokumen fisik yang diikat dengan jaminan kekebalan audit internal, serta perlunya merekonstruksi paradigma pelayanan prima cabang menjadi "agen edukator digital" bagi nasabah. Kata Kunci: Digital Trade Finance, Manajemen Perubahan, Force Field Analysis, Parallel Run, Audit Anxiety, Bank Rakyat Indonesia.
Keywords : Digital Trade Finance, Change Management, Force Field Analysis, Parallel Run, Audit Anxiety, Bank Rakyat Indonesia, Digital Trade Finance, Manajemen Perubahan, Force Field Analysis, Parallel Run, Audit Anxiety, Bank Rakyat Indonesia.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Manajemen
Depositing User: Diar Kusuma Ramanda
Date Deposited: 13 Jul 2026 03:05
Last Modified: 13 Jul 2026 03:05
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18657

Actions (login required)

View Item
View Item