SYAHARTATI, Riyang and SYAICHU, Muhamad,(17 June 2026), PENGARUH MANAJEMEN RISIKO PERBANKAN TERHADAP KINERJA BANK SYARIAH DI ASIA PERIODE 2019-2024. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (509kB)
Download (527kB)
Download (538kB)
Download (1MB)
Download (204kB)
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen risiko terhadap kinerja perbankan syariah di Asia periode 2019–2024. Kinerja perbankan syariah diproksikan melalui Return on Assets (ROA), sedangkan manajemen risiko dijabarkan ke bentuk risiko pembiayaan dengan proksi Non-Performing Financing (NPF), risiko likuiditas dengan proksi Financing to Deposit Ratio (FDR), risiko stratejik dengan proksi Funding Structure Ratio (FS), risiko reputasi dengan proksi Shareholder Reputation Score (SRS), dan risiko operasional dengan proksi Cost to Income Ratio (C/I). Penelitian ini dilakukan karena pentingnya pengelolaan risiko dalam menjaga stabilitas, profitabilitas, dan keberlanjutan perbankan syariah di tengah dinamika industri keuangan global.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan bank syariah di Asia selama periode 2019–2024. Sampel penelitian terdiri atas 33 bank syariah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS 23 dan EViews 12. Berdasarkan hasil pemilihan model melalui uji Chow dan uji Hausman, Fixed Effect Model (FEM) ditetapkan sebagai model terbaik untuk menjelaskan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Jumlah observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 151 observasi panel tidak seimbang (unbalanced panel).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko pembiayaan (NPF), risiko stratejik (FS), dan risiko operasional (C/I) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja perbankan syariah yang diproksikan dengan ROA. Sementara itu, risiko likuiditas (FDR) dan risiko reputasi (SRS) tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Di antara seluruh variabel yang signifikan, risiko stratejik (FS) merupakan variabel yang memiliki pengaruh negatif paling dominan terhadap kinerja perbankan syariah berdasarkan nilai koefisien standardized terbesar secara absolut. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur pendanaan, efisiensi operasional, dan kualitas pembiayaan merupakan faktor utama yang menentukan profitabilitas perbankan syariah di Asia. Oleh karena itu, penguatan manajemen risiko secara terintegrasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan stabilitas dan keberlanjutan kinerja perbankan syariah.
| Keywords : | Risk Management, Islamic Banking, Return on Assets, Non-Performing Financing, Fixed Effect Model., Manajemen Risiko, Perbankan Syariah, Return on Assets, Non Performing Financing, Fixed Effect Model. |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Manajemen |
| Depositing User: | Riyang Syahartati |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 06:00 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 06:00 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18662 |


