PENGARUH SENTIMEN INVESTOR, OVERCONFIDENCE INVESTOR DAN INVESTOR ATTENTION TERHADAP RISIKO KEJATUHAN HARGA SAHAM DENGAN ANALYST HERDING SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI ASIA TENGGARA

HERLINA, Herlina and SRI HANDAYANI, Rr,(5 August 2026), PENGARUH SENTIMEN INVESTOR, OVERCONFIDENCE INVESTOR DAN INVESTOR ATTENTION TERHADAP RISIKO KEJATUHAN HARGA SAHAM DENGAN ANALYST HERDING SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI ASIA TENGGARA. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (156kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (126kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (149kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (277kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (194kB)
[thumbnail of Fulltext Pdf Bookmark] Text (Fulltext Pdf Bookmark)
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investor sentiment, investor overconfidence, dan investor attention terhadap stock price crash risk dengan analyst herding sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor teknologi yang terdaftar di bursa saham kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap faktor-faktor perilaku yang diduga memengaruhi pembentukan harga saham dan risiko kejatuhan harga saham pada perusahaan teknologi. Penelitian ini menggunakan landasan Behavioral Finance Theory dan Herding Theory untuk menjelaskan hubungan antarvariabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan, basis data pasar modal, dan sumber pendukung lainnya. Sampel penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 468 observasi perusahaan sektor teknologi di kawasan Asia Tenggara selama periode 2022–2024. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 3. Risiko kejatuhan harga saham diukur menggunakan dua proksi, yaitu Negative Conditional Skewness (NCSKEW) dan Down-to-Up Volatility (DUVOL), untuk menguji konsistensi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor sentiment, investor overconfidence, dan investor attention tidak berpengaruh signifikan terhadap stock price crash risk, baik yang diukur menggunakan proksi NCSKEW maupun DUVOL. Selain itu, analyst herding juga tidak mampu memoderasi hubungan antara investor sentiment, investor overconfidence, investor attention, dan stock price crash risk. Temuan ini mengindikasikan bahwa risiko kejatuhan harga saham pada perusahaan sektor teknologi di kawasan Asia Tenggara lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel perilaku yang diteliti, seperti karakteristik perusahaan, kualitas tata kelola perusahaan, kualitas pengungkapan informasi, dan kondisi pasar. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur Behavioral Finance dengan menunjukkan bahwa pengaruh faktor-faktor perilaku terhadap stock price crash risk tidak selalu konsisten pada setiap karakteristik pasar. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi investor, perusahaan, regulator, dan peneliti selanjutnya dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi stock price crash risk di pasar modal negara berkembang.
Keywords : investor sentiment, investor overconfidence, investor attention, analyst herding, stock price crash risk, sentimen investor, investor overconfidence, investor attention, analyst herding, risiko kejatuhan harga saham, stock price crash risk
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Akuntansi
Depositing User: Herlina Herlina herlina
Date Deposited: 11 Aug 2026 10:25
Last Modified: 11 Aug 2026 10:25
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18748

Actions (login required)

View Item
View Item