ARGYA, Muhammad Girindra Wirya and HASYA, Afina,(30 September 2026), Navigating Product Recommendations in the Social Media Era: The Impact of Perceived Influencer Authenticity and FOMO on Gen Z Purchase Intention through Consumer Trust. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (2MB)
Download (2MB)
Download (2MB)
Download (2MB)
Download (2MB)
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini menguji pengaruh Persepsi Autentisitas Influencer (Perceived Influencer Authenticity) dan Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Niat Beli, dengan Kepercayaan Konsumen sebagai variabel mediasi, pada konsumen Generasi Z produk men's grooming di TikTok di Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya TikTok sebagai platform social commerce, berkembangnya pasar men's grooming di Indonesia, serta adanya ketegangan yang terus berlangsung antara meningkatnya ketergantungan konsumen pada konten buatan influencer dan keraguan mereka terhadap keasliannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berlandaskan kerangka Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan melalui Google Forms dengan skala Likert lima poin, dari 100 responden yang merupakan laki-laki Generasi Z yang tinggal di Indonesia, pengguna aktif TikTok, dan pernah terpapar konten atau rekomendasi influencer terkait produk men's grooming. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan uji Sobel dengan bantuan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi Autentisitas Influencer dan FOMO masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepercayaan Konsumen (Adjusted R² = 0,303), sedangkan Persepsi Autentisitas Influencer, FOMO, dan Kepercayaan Konsumen masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Beli (Adjusted R²
= 0,593). Selanjutnya, Kepercayaan Konsumen terbukti secara signifikan memediasi hubungan antara Persepsi Autentisitas Influencer dan Niat Beli (Z = 2,405; p = 0,016), serta antara FOMO dan Niat Beli (Z = 2,621; p = 0,008). Ketujuh hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terdukung.
Temuan ini menegaskan relevansi kerangka S-O-R dalam menjelaskan respons konsumen di lingkungan social commerce TikTok, dan menyarankan agar pemasar di industri men's grooming memprioritaskan kemitraan influencer yang autentik serta promosi berbasis FOMO yang transparan dan proporsional guna membangun kepercayaan dan niat beli konsumen yang berkelanjutan.
| Keywords : | Perceived Influencer Authenticity, Fear of Missing Out, Consumer Trust, Purchase Intention, TikTok, Men's Grooming, Generation Z, Social Commerce., Persepsi Autentisitas Influencer, Fear of Missing Out, Kepercayaan Konsumen, Niat Beli, TikTok, Men's Grooming, Generasi Z, Social Commerce. |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Manajemen |
| Depositing User: | Muhammad Girindra Wirya Argya |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 03:27 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 03:30 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/19014 |


