FUROIDA, Aini Nur and SUSILOWATI, Indah and ISKANDAR, Deden Dinar,(5 May 2025), TRANSISI MENUJU BLUE JUSTICE : PENGHIDUPAN MASYARAKAT LOKAL KARIMUNJAWA-INDONESIA. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (239kB)
Download (239kB)
Download (255kB)
Download (304kB)
Download (328kB)
Restricted to Repository staff only
Download (7MB) | Request a copy
Abstract
Karimunjawa dengan kekayaan laut dan pesisirnya yang melimpah telah menjadi pusat
berbagai kegiatan berbasis laut yang berkembang pesat, yang saat ini ditopang oleh sektor
pariwisata sebagai penggerak utamanya. Pertumbuhan ekonomi ini mendorong masyarakat
untuk mengejar pertumbuhan biru dengan memaksimalkan manfaat sosial, ekonomi, dan
ekologi, dalam kerangka ekonomi biru. Namun, dominasi ekonomi tersebut seringkali menjadi
cacat dalam pertumbuhan ekonomi biru, yang eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan
akan berujung pada penurunan kualitas jasa ekosistem, pencemaran, penurunan stok ikan, dan
kerusakan terumbu karang, yang tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati dan fungsi
ekosistem, juga menurunkan kualitas hidup masyarakat lokal. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk: 1) Memetakan kegiatan ekonomi biru di Taman Nasional Karimunjawa; 2)
Mengeksplorasi kondisi ekologi di tengah pertumbuhan ekonomi biru; 3) Mengidentifikasi dan
menganalisis dukungan terhadap pencapaian pertumbuhan biru di Taman Nasional
Karimunjawa; 4) Identifikasi dan analisis ketidakadilan yang tersembunyi dalam pertumbuhan
biru Taman Nasional Karimunjawa; 5) Perumusan upaya transisi injustice menuju keadilan biru
di Taman Nasional Karimunjawa. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan mengambil data
primer dan memperoleh data sekunder dari instansi resmi. Metode analisis yang digunakan
dalam penelitian ini adalah gabungan antara analisis kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan
kuantitatif diperoleh dari pengisian kuesioner terhadap 130 responden, yang mewakili nelayan
(65 orang), budidaya laut (30 orang), pariwisata (35 orang). Sementara itu, data primer dalam
penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan wawancara mendalam
terhadap 26 informan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ekonomi biru di Karimunjawa terdiri dari
perikanan tangkap tradisional, budidaya rumput laut, budidaya udang, pariwisata dan budidaya
kerapu. Pariwisata merupakan poros pertumbuhan biru yang menggerakkan perekonomian dan
memperluas kesempatan diversifikasi pekerjaan serta meningkatkan pendapatan bagi berbagai
pelaku usaha di sektor lainnya; 2) Aktivitas ekonomi telah memberikan tekanan yang cukup
besar pada ekosistem laut dan pesisir Karimunjawa. Tekanan ini tercermin dalam beberapa
ancaman ekologis yang serius, termasuk peningkatan limbah domestik, dampak negatif
lingkungan dari praktik akuakultur, kerusakan ekosistem terumbu karang, dan penurunan
populasi ikan; 3) Penilaian keberlanjutan menunjukkan penekanan yang tidak proporsional
pada pilar ekonomi, sementara dimensi sosial dan tata kelola relatif kurang mendapat perhatian.
Akibatnya, keberlanjutan Karimunjawa tetap rentan terhadap ketimpangan dan potensi krisis
sosial-ekologis. 4) Ketidakadilan tersembunyi dalam pertumbuhan biru Karimunjawa dapat
diidentifikasi dalam tiga belas, yang sebagian besar disebabkan oleh praktik yang merusak,
penurunan kualitas layanan lingkungan, dan masalah sosial seperti berkurangnya kohesi dan
integrasi sosial. Selain itu, ketidakadilan ini sebagian besar didorong oleh praktik yang merusak
lingkungan, penurunan kualitas layanan ekosistem, dan masalah sosial seperti melemahnya
kohesi masyarakat dan berkurangnya integrasi sosial. Selain itu, meningkatnya komoditisasi
dan privatisasi sumber daya alam mengancam akses masyarakat lokal, sementara manfaat
ekonomi—terutama dari pariwisata—sering kali didistribusikan secara tidak merata, dengan
bisnis yang lebih besar menerima bagian yang lebih besar daripada perusahaan lokal berskala
kecil. 5) Transisi ke Keadilan Biru menganjurkan pengelolaan yang kolaboratif dan terpadu,
dengan memasukkan berbagai masukan pemangku kepentingan dalam perumusan kebijakan
pengelolaan Karimunjawa. Transisi ini menekankan prinsip-prinsip keberlanjutan yang
mengutamakan keadilan pengakuan, keadilan prosedural, keadilan ekologis, dan keadilan
distributif, yang bertujuan untuk mendorong tata kelola yang lebih inklusif, adil, dan
berkelanjutan di Taman Nasional Karimunjawa
| Keywords : | blue-economy, blue-growth, fishers, tourism, blue-justice, Karimunjawa, Indonesia, blue-economy, blue-growth, nelayan, wisata, blue-justice, Karimunjawa, Indonesia |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (PhD) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | Aini AF furoida |
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 00:47 |
| Last Modified: | 30 Jun 2025 00:47 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/16514 |


