ASTUTI, Anjani Arum and MARIA, Nugroho Sumarjiyanto Benedictus,(30 June 2025), ANALISIS PENGARUH UPAH MINIMUM PROVINSI, TINGKAT KEMISKINAN DAN INFLASI TERHADAP TINGKAT KONSUMSI MASYARAKAT DI YOGYAKARTA TAHUN 2016-2023. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (107kB)
Download (423kB)
Download (368kB)
Download (210kB)
Download (777kB)
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia, menyebabkan turunnya tingkat kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah, salah satunya ialah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penurunan kesejahteraan masyarakat merupakan dampak dari krisis ekonomi yang tercermin melalui meningkatnya angka kemiskinan, laju inflasi yang tinggi, serta rendahnya upah minimum. Kondisi ini turut menghambat proses pembangunan, menciptakan ketimpangan dalam distribusi kesejahteraan, memperburuk kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor, serta menurunkan tingkat konsumsi masyarakat akibat daya beli yang melemah. Meskipun Upah Minimum Provinsi di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan di tiap tahun, namun tingkat kemiskinan dan inflasi yang relatif tinggi menimbulkan pertanyaan mengenai keseimbangan antara pendapatan, harga kebutuhan pokok, dan pola konsumsi masyarakat. Hal ini menunjukkan adanya dinamika yang kompleks dalam perilaku konsumsi di tengah krisis ekonomi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Upah Minimum Provinsi, Tingkat Kemiskinan dan Inflasi terhadap Tingkat Konsumsi Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2016 – 2023. Metode penelitian yang digunakan yakni regresi linier berganda dengan metode FEM (Fixed Effect Model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Upah Minimum Provinsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi masyarakat, yang berarti semakin tinggi UMP maka daya beli masyarakat juga ikut meningkat. Tingkat Kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi masyarakat, menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kemiskinan, maka konsumsi masyarakat menurun karena terbatasnya daya beli. Inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi masyarakat, artinya meskipun barang dan jasa meningkat, konsumsi tetap naik, hal ini karena adanya efek anticipatory consumption, dimana konsumen mempercepat pengeluaran karena ekspektasi inflasi. Secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi masyarakat.
| Keywords : | Provincial Minimum Wages, Poverty Rate, Inflation, Household Consumption., Upah Minimum Provinsi, Kemiskinan, Inflasi, Konsumsi Masyarakat |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | Anjani Arum Astuti |
| Date Deposited: | 02 Jul 2025 04:53 |
| Last Modified: | 09 Jul 2025 06:07 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/16652 |


