PENGARUH KUALITAS INSTITUSI TERHADAP EMISI KARBON: STUDI KOMPARATIF TIGA KAWASAN (ASEAN, SAARC, DAN UNASUR) TAHUN 2004-2023

VINDRIANI, Atthaya Nafishya and ISKANDAR, Deden Dinar,(8 September 2025), PENGARUH KUALITAS INSTITUSI TERHADAP EMISI KARBON: STUDI KOMPARATIF TIGA KAWASAN (ASEAN, SAARC, DAN UNASUR) TAHUN 2004-2023. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (192kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (281kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (172kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (211kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (262kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Perubahan iklim yang dipicu oleh peningkatan emisi karbon menjadi salah satu tantangan global paling mendesak, khususnya bagi negara-negara berkembang yang masih bergantung pada pertumbuhan ekonomi berbasis energi fosil. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi komparatif mengenai pengaruh kualitas institusi terhadap emisi karbon di tiga kawasan regional negara berkembang: Asia Tenggara (ASEAN), Asia Selatan (SAARC), dan Amerika Selatan (UNASUR). Dengan menggunakan data panel periode 2004–2023, penelitian ini menerapkan metode System Generalized Method of Moments (System-GMM) untuk mengatasi bias panel dinamis dan potensi endogenitas. Kualitas institusi diukur melalui tiga indikator utama dari Worldwide Governance Indicators (WGI), yaitu pengendalian korupsi, partisipasi dan akuntabilitas publik, serta stabilitas politik. Variabel kontrol yang digunakan meliputi penggunaan energi terbarukan, pertumbuhan ekonomi, foreign direct investment (FDI), keterbukaan perdagangan, serta variabel dummy ratifikasi Sustainable Development Goals (SDGs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kualitas institusi bersifat kontekstual dan berbeda antar kawasan, sehingga menegaskan pentingnya pendekatan komparatif. Pengendalian korupsi serta partisipasi dan akuntabilitas publik berperan signifikan dalam menurunkan emisi karbon di ASEAN dan UNASUR, sedangkan stabilitas politik justru meningkatkan emisi di ASEAN. Sementara itu, pemanfaatan energi terbarukan menurunkan emisi di ASEAN dan SAARC, tetapi paradoxically meningkatkan emisi di UNASUR. Temuan ini menegaskan bahwa institusi yang kuat merupakan faktor penting bagi pembangunan rendah karbon, meskipun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh dinamika tata kelola regional.
Keywords : emissions, institutional quality, System-GMM, comparative study, emisi karbon, kualitas institusi, System-GMM, studi komparatif
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Atthaya Nafishya Vindriani
Date Deposited: 23 Sep 2025 05:00
Last Modified: 23 Sep 2025 05:00
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17136

Actions (login required)

View Item
View Item