PREFERENSI ASIMETRIS KEBIJAKAN BANK INDONESIA DALAM PENGENDALIAN INFLASI

WULANDARI, Devinta and SUGIYANTO, Fransiscus Xaverius,(23 October 2025), PREFERENSI ASIMETRIS KEBIJAKAN BANK INDONESIA DALAM PENGENDALIAN INFLASI. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (359kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (166kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (180kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (197kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (278kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Perubahan tujuan Bank Indonesia dari UU N0. 23 Tahun 199 mengenai tujuan tunggal stabilitas harga, lalu berubah menjadi UU P2SK tahun 2023 menjadi triple mandate yang mencakup stabilitas rupiah, stabilitas sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan. Perluasan ini berpotensi menimbulkan preferensi asimetris Bank Indonesia yaitu perbedaan responsif yang dilakukan ketika terjadi resesi atau deflasi. Penelitian ini bertujuan menguji konsistensi Bank Indonesia dalam mencapai stabilitas harga baik sebelum maupun sesudah penambahan tujuan, serta melihat indikasi preferensi asimetris dalam kebijakan moneter. Penelitian menggunakan regresi Ordinary Least Squares (OLS) berganda dengan data kuartalan periode 2015–2024. Inflasi digunakan sebagai variabel dependen, sementara output gap menjadi variabel utama, baik dalam bentuk total maupun pemisahan positif dan negatif. Output gap menggunakan teknik Hodric-Prescott Pada model kedua, ditambahkan variabel pertumbuhan PDB dan current account sebagai proksi stabilitas sistem keuangan sesuai UU P2SK. Estimasi dilakukan menggunakan robust standard error untuk memastikan hasil lebih reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Indonesia tidak konsisten terhadap tujuannya, baik saat tujuan tunggal maupun triple mandate. Meskipun hasilnya tidak terbukti secara statistik, namun terbukti secara teoritis. Output gap negatif cenderung meningkatkan inflasi, yang sejalan dengan kemungkinan bias inflasi saat bank sentral terlalu fokus pada pemulihan output. Sementara itu, penambahan PDB dan current account mengindikasikan adanya potensi trade-off antar tujuan. Bank Indonesia berusaha menjaga stabilitas harga, namun juga harus menstabilkan sistem keuangan meskipun bukan sebagai tujuan utama diantara tujuan lainnya. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan ketidakkonsistenan Bank Indonesia terhadap pencapaian tujuannya.
Keywords : Asymmetric Preferences, Bank Indonesia, Inflation, Output Gap, P2SK Law, Financial System Stability., Preferensi Asimetris, Bank Indonesia, Inflasi, Output Gap, UU P2SK, Stabilitas Sistem keuangan.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Devinta Wulandari
Date Deposited: 12 Nov 2025 06:25
Last Modified: 12 Nov 2025 06:52
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17331

Actions (login required)

View Item
View Item