SARI, Shinta Wulan and ATMANTI, Hastarini Dwi,(11 November 2025), ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI EMISI KARBON DIOKSIDA DI NEGARA ASEAN-5 TAHUN 2010–2021. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (322kB)
Download (297kB)
Download (355kB)
Download (392kB)
Download (411kB)
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Pemanasan global dan degradasi lingkungan merupakan tantangan utama
dalam mewujudkan keberlanjutan lingkungan. Peningkatan suhu global akibat
emisi gas rumah kaca, khususnya karbon dioksida (CO₂), telah menimbulkan
berbagai dampak serius terhadap ekosistem dan kualitas hidup manusia. Di
kawasan Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, dan meningkatnya
konsumsi energi fosil menjadi faktor utama penyumbang emisi karbon. Studi ini
berfokus pada negara-negara ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand,
dan Vietnam) yang telah menetapkan target emisi nol bersih pada tahun 2050 sesuai
kesepakatan COP28. Kawasan ASEAN-5 dipilih karena mencerminkan dinamika
pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, dan penggunaan bahan bakar fosil yang
tinggi, serta menunjukkan keberagaman tingkat pembangunan dan kapasitas
kebijakan lingkungan yang mencerminkan kondisi nyata dalam menganalisis
efektivitas strategi penurunan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
hipotesis Environmental Kuznets Curve (EKC) yang menggambarkan hubungan
antara pertumbuhan ekonomi dan degradasi lingkungan di ASEAN-5 periode 2010
2021.
Penelitian ini menggunakan metode fixed effect model dalam menganalisis
model regresi data panel. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
data sekunder yang terdiri dari satu variabel dependen yaitu tingkat emisi karbon
dioksida, serta lima variabel independen yaitu human development index, gross
domestic product, foreign direct investment, keterbukaan perdagangan, dan inovasi
teknologi hijau.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis Enironmental Kuzents Curve
terbukti di ASEAN-5. Berdasarkan hasil analisis, Indonesia, Filipina, Thailand,
Vietnam, dan Malaysia berada di sisi kiri kurva EKC. Variabel HDI dan FDI tidak
berpengaruh signifikan terhadap emisi karbon dioksida, sementara GDP dan
keterbukaan perdagangan berpengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, inovasi
teknologi hijau berpengaruh negatif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa
peningkatan inovasi teknologi hijau mampu menekan emisi karbon.
| Keywords : | Environmental Kuznets Curve, Carbon Dioxide Emissions, ASEAN 5, Fixed Effect Model., Environmental Kuznets Curve, Emisi Karbon Dioksida, ASEAN 5, Fixed Effect Model. |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | Shinta Wulan Sari |
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 07:19 |
| Last Modified: | 18 Dec 2025 07:20 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17453 |


