PUTRI, Shasta Daisy Maulana and PURWANTI, Evi Yulia,(8 December 2025), PERMINTAAN MINUMAN BERPEMANIS DALAM KEMASAN (MBDK) DI INDONESIA: PENDEKATAN MODEL QUADRATIC ALMOST IDEAL DEMAND SYSTEM (STUDI SUSENAS 2023). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (68kB)
Download (97kB)
Download (38kB)
Download (102kB)
Download (194kB)
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Penyakit Menular telah tergantikan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Pola makan tidak sehat adalah salah satu pemicu risiko PTM. Perilaku tidak sehat yang dibiasakan sejak usia muda dapat meningkatkan risiko kematian prematur pada usia dewasa. Konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) diasosiasikan dengan risiko PTM seperti diabetes dan obesitas. MBDK adalah minuman tinggi gula dan rendah nutrisi. Preferensi rasa, paparan iklan yang masif, dan keterjangkauan adalah beberapa faktor yang memengaruhi konsumsi MBDK. MBDK dianggap sebagai demerit goods dan perlu dikontrol konsumsinya. Intervensi fiskal melalui cukai adalah alat kebijakan yang efektif menekan konsumsi MBDK.
Tujuan penelitian ini adalah menderivasi model permintaan untuk komoditas MBDK dan mengestimasi elastisitas harganya (Marshallian) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model Quadratic Almost Ideal Demand System (QUAIDS) dan memanfaatkan Data Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023. Konsumsi lima kelompok komoditas MBDK (susu kental manis, air kemasan, air teh kemasan, sari buah kemasan, dan minuman jadi) yang diproksi dengan pangsa pengeluaran adalah variabel dependen dalam penelitian ini. Sementara itu, harga dan pendapatan adalah variabel-variabel independen. Variabel demografi (ukuran rumah tangga, umur kepala rumah tangga, daerah tempat tinggal rumah tangga, dan pendidikan kepala rumah tangga) ditambahkan pada penelitian ini sebagai variabel kontrol.
Secara umum, hasil penelitian menyatakan bahwa permintaan MBDK di Indonesia memiliki hubungan negatif signifikan dengan harga barang itu sendiri dan positif signifikan dengan pendapatan. Hasil elastisitas harga sendiri memperlihatkan bahwa MBDK adalah barang elastis. Sementara itu, elastisitas harga silang menunjukkan adanya hubungan komplementer antar jenis komoditas MBDK dan hubungan subtitusi antara komoditas MBDK dengan air kemasan. Hasil temuan penelitian ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan fiskal yang berkaitan dengan upaya penekanan angka kematian prematur akibat konsumsi berlebih MBDK.
| Keywords : | Sugar-Sweetened Beverages; Indonesia; Fiscal Policy; Demand System; QUAIDS; Uncompensated Price Elasticity; Uncompensated Cross-Price Elasticity., Minuman Berpemanis Dalam Kemasan, Kebijakan Fiskal, Permintaan, QUAIDS, Elastisitas Harga Marshallian. |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | Shasta Shasta Daisy Daisy Maulana Putri |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 09:15 |
| Last Modified: | 19 Dec 2025 09:16 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17456 |


