POTENSI EFEKTIVITAS INSTRUMEN COUNTERCYCLICAL CAPITAL BUFFER TERHADAP PERTUMBUHAN KREDIT INDONESIA PERIODE 2016-2024

MUNTHE, Daniel Josua Mangihut Tua and KURNIA, Akhmad Syakir,(22 December 2025), POTENSI EFEKTIVITAS INSTRUMEN COUNTERCYCLICAL CAPITAL BUFFER TERHADAP PERTUMBUHAN KREDIT INDONESIA PERIODE 2016-2024. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (217kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (208kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (300kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (227kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (241kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Pertumbuhan kredit yang berlebihan berpotensi memicu ketidakseimbangan siklus keuangan apabila ekspansinya melebihi fundamental ekonomi, sehingga diperlukan instrumen makroprudensial seperti Countercyclical Capital Buffer (CCB). Indonesia hingga saat ini belum pernah mengaktifkan Countercyclical Capital Buffer (CCB) karena dianggap belum memasuki fase ekspansi kredit yang berlebihan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi efektivitas CCB dalam dalam menstabilkan pertumbuhan kredit di Indonesia dengan menganalisis hubungan antara Credit-to-GDP gap (GAP), variabel makroekonomi, risiko perbankan, serta interaksi GAP dan CCB. Selain itu, penelitian ini membangun skenario pertumbuhan kredit berlebihan sebagai dasar simulasi aktivasi CCB sesuai kerangka Basel III. Penelitian menggunakan data kuartalan dari tahun 2016 sampai 2024 dengan metode Vector Error Correction Model (VECM) untuk melihat hubungan jangka panjang dan jangka pendek antarvariabel. Selanjutnya, Stuctural Vector Error Correction Model (SVECM) digunakan untuk mengidentifikasi guncangan struktural dan dinamika respons kredit melalui Impulse Response Function (IRF) dan Variance Decomposition (VD). Skenario pertumbuhan kredit dengan pendekatan standar deviasi, pembentukan credit-to-GDP gap dengan metode HP-Filter, dan skenario simulasi CCB disusun berdasarkan ambang batas Basel III. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa credit-to-GDP gap memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan kredit dalam jangka panjang, menandakan adanya mekanisme koreksi ketika pertumbuhan kredit dalam jangka panjang. Shock Credit-to-GDP gap dari SVECM bersifat ekspansif pada awal periode namun terkoreksi selanjutnya. NPL dan BI7DRR terbukti menekan pertumbuhan kredit, sedangkan variabel dummy Countercyclical Capital Buffer (CCB) terbukti secara signifikan menurunkan pertumbuhan kredit secara signifikan sehingga efektif sebagai instrumen penahan ekspansi berlebihan. Interaksi Credit-to GDP gap dengan CCB menunjukkan efek stabilitasi, menandakan bahwa CCB dapat memperkuat ketahanan perbankan ketika tekanan siklikal meningkat.
Keywords : Countercyclical Capital Buffer, Credit-to-GDP gap, Credit Growth, VECM, SVECM, Credit Risk, Macroprudential Policy., Counteryclical Capital Buffer, Credit-to-GDP gap, Pertumbuhan Kredit, VECM, SVECM, Risiko Kredit, Kebijakan Makroprudensial.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Daniel Josua Mangihut Tua Munthe
Date Deposited: 19 Jan 2026 06:29
Last Modified: 19 Jan 2026 06:34
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17634

Actions (login required)

View Item
View Item