PENGARUH WORK ENVIRONMENT DALAM IMPLEMENTASI SISTEM KERJA HYBRID TERHADAP EMPLOYEE PERFORMANCE DENGAN WORK-LIFE BALANCE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Pegawai ASN di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo)

RAHAYU, Dhihan Salsabila and LATARUVA, Eisha,(25 March 2026), PENGARUH WORK ENVIRONMENT DALAM IMPLEMENTASI SISTEM KERJA HYBRID TERHADAP EMPLOYEE PERFORMANCE DENGAN WORK-LIFE BALANCE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Pegawai ASN di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (2MB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (2MB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (2MB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (2MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (2MB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (74MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengalisis keterkaitan antara lingkungan kerja dan kinerja karyawan, di mana integrasi kehidupan pribadi dan profesional variabel work-life balance diuji sebagai variabel yang memediasi keterkaitan antara kedua konstruk dalam lingkungan kerja dengan sistem kerja hybrid. Fenomena penelitian ini adalah transisi pola kerja di sektor publik, di mana fleksibilitas sistem hybrid sering kali memicu ketidakjelasan batasan antara ruang profesional dan pribadi yang berdampak pada responsivitas pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dari 71 responden yang mewakili seluruh populasi pegawai ASN di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo dengan teknik sensus. Model penelitian dioperasikan melalui perangkat lunak SmartPLS dengan menerapkan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil temuan ini menyatakan lingkungan kerja memberikan pengaruh positif yang nyata terhadap keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance). Sebaliknya, variabel lingkungan kerja tidak memperlihatkan dampak langsung yang berarti pada kinerha karyawan. Hasil yang signifikan menunjukkan bahwa work-life balance berperan sebagai mediasi sempurna (full mediation) menghubungkan kondisi lingkungan kerja dengan efektivitas kinerja karyawan. Fenomena tersebut menandakan bahwa penyediaan lingkungan kerja yang suportif pada sistem kerja hybrid tidak secara otomatis meningkatkan kinerja tanpa adanya keseimbangan kehidupan kerja yang baik pada pegawai. Penelitian ini menghasilkan implikasi strategi nyata bagi birokrasi publik dalam mengoptimalkan manajemen skema kerja hybrid untuk menjaga produktivitas melalui peningkatan kesejahteraan personal pegawai.
Keywords : Work Environment, Work-Life Balance, Employee Performance, Hybrid Work, PLS-SEM., Lingkungan Kerja, Work-Life Balance, Kinerja Karyawan, Kerja Hybrid, PLS-SEM.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Manajemen
Depositing User: Dhihan Salsabila Rahayu
Date Deposited: 11 Mar 2026 09:03
Last Modified: 11 Mar 2026 09:04
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17795

Actions (login required)

View Item
View Item