DAMPAK TRANSISI DEMOGRAFI TERHADAP FISCAL SUSTAINABILITY DI NEGARA MAJU OECD TAHUN 2006-2023

SUKAINA, Iin Dwi and PURWANTI, Evi Yulia,(11 March 2026), DAMPAK TRANSISI DEMOGRAFI TERHADAP FISCAL SUSTAINABILITY DI NEGARA MAJU OECD TAHUN 2006-2023. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (218kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (204kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (209kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (218kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (258kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Transisi demografi berupa peningkatan proporsi penduduk lansia menjadi tantangan struktural utama bagi negara maju, khususnya di kawasan OECD. Peningkatan Old-Age Dependency Ratio (OADR) berpotensi menekan fiscal sustainability melalui penyempitan basis pajak dan peningkatan belanja sosial, terutama belanja kesehatan dan pensiun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transisi demografi terhadap fiscal sustainability di 33 negara maju OECD selama periode 2006–2023. Fiscal sustainability diukur menggunakan dua indikator, yaitu saldo fiskal (Cyclically Adjusted Primary Balance/CAPB) dan utang pemerintah. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari OECD, IMF, dan World Bank. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) untuk model saldo fiskal dan Random Effect Model (REM) untuk model utang pemerintah. Variabel independen meliputi OADR, penerimaan pajak, belanja kesehatan, tingkat pengangguran, inflasi, pertumbuhan PDB, pertumbuhan populasi, tingkat perdagangan, serta dummy economic shock (financial crisis 2008-2009 dan pandemi COVID-19). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi demografi berpengaruh signifikan terhadap fiscal sustainability melalui peningkatan utang pemerintah, namun tidak signifikan terhadap saldo fiskal. Belanja kesehatan terbukti memperburuk fiscal sustainability baik melalui penurunan saldo fiskal maupun peningkatan utang pemerintah. Penerimaan pajak berpengaruh positif terhadap saldo fiskal, sedangkan tingkat pengangguran meningkatkan rasio utang pemerintah. Inflasi dan economic shock berdampak negatif terhadap saldo fiskal, sementara pertumbuhan populasi berkontribusi positif terhadap fiscal sustainability melalui peningkatan saldo fiskal dan penurunan utang pemerintah. Secara keseluruhan, tekanan utama terhadap fiscal sustainability di negara maju OECD bersumber dari faktor struktural jangka panjang, khususnya penuaan populasi dan peningkatan belanja kesehatan.
Keywords : Fiscal Sustainability, Demographic Transition, Population Aging, OECD Developed Countries, Fiscal Sustainability, Transisi Demografi, Penuaan Populasi, Negara Maju OECD
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Iin Sukaina
Date Deposited: 31 Mar 2026 08:38
Last Modified: 31 Mar 2026 08:39
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17883

Actions (login required)

View Item
View Item