APAKAH KEPEMILIKAN BPJS-PBI MENINGKATKAN PROBABILITAS MENJADI PEROKOK? (SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL TAHUN 2023)

ENDROWASKITO, Gading and KIRANA, Mayanggita,(9 March 2026), APAKAH KEPEMILIKAN BPJS-PBI MENINGKATKAN PROBABILITAS MENJADI PEROKOK? (SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL TAHUN 2023). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (198kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (191kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (212kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (252kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (264kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Perilaku merokok merupakan ancaman kesehatan serius dan beban fiskal bagi sistem jaminan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kepemilikan asuransi kesehatan publik bersubsidi (BPJS-PBI) terhadap probabilitas individu menjadi perokok. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat apakah peniadaan beban finansial melalui subsidi iuran penuh memicu perubahan perilaku kesehatan yang merugikan. Penelitian ini menggunakan data mikro dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023 dengan total 624.025 observasi yang mewakili populasi nasional. Untuk menjamin validitas kausalitas dan mengatasi bias seleksi, digunakan metode kuasi-eksperimental Propensity Score Matching (PSM). Prosedur ini dilakukan dengan memadankan karakterisktik kelompok peserta BPJS-PBI dan kelompok kontrol yang memiliki asuransi kesehatan berbayar (BPJS non-PBI, asuransi swasta, dan asuransi perusahaan). Hasil estimasi parameter Average Treatment Effect on the Treated (ATT) menunjukkan bahwa kepemilikan BPJS-PBI secara kausal meningkatkan probabilitas merokok sebesar 5,63% dibandingkan jika individu memiliki asuransi berbayar. Temuan ini signifikan secara statistik (t-stat=22,60) dan teruji konsisten melalui berbagai uji ketahanan. Secara teoritis, hasil ini mengonfirmasi adanya fenomena Ex-Ante Moral Hazard (EAMH) dan Expected Utility Theory (EUT), di mana pengurangan biaya risiko medis melemahkan insentif individu untuk melakukan upaya pencegahan kesehatan. Rekomendasi kebijakan menekankan pemanfaatan skor kecenderungan (propensity score) untuk mengidentifikasi kelompok PBI berisiko tinggi guna intervensi literasi kesehatan yang tertarget, serta evaluasi dampak berskala untuk menjaga keberlanjutan fiskal JKN dari beban klaim penyakit akibat rokok. Selain itu, BPJS Kesehatan harus meredesain paket manfaat dengan mengintegrasikan layanan konseling berhenti merokok dan terapi pengganti nikotin sebagai komponen wajib di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) guna menyeimbangkan efek moral hazard secara sistemik.
Keywords : BPJS-PBI, Propensity Score Matching, Smoking, Ex-Ante Moral Hazard, Susenas 2023, BPJS-PBI, Propensity Score Matching, Merokok, Ex-ante Moral Hazard, Susenas 2023
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Gading Endrowaskito
Date Deposited: 15 Apr 2026 06:13
Last Modified: 15 Apr 2026 06:14
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17922

Actions (login required)

View Item
View Item