MURTI, Bayu Krisna and MARIA, Nugroho Sumarjiyanto Benedictus,(26 June 2026), Analisis Ketimpangan Antar Wilayah dan Potensi Ekonomi Dalam Kawasan Strategis Purwomanggung Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 – 2022. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (186kB)
Download (246kB)
Download (208kB)
Download (216kB)
Download (214kB)
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Ketimpangan pembangunan wilayah merupakan permasalahan fundamental dalam ekonomi regional, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Di Provinsi Jawa Tengah, Kawasan Strategis Purwomanggung yang terdiri atas Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang menunjukkan perbedaan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data BPS (2023), Kota Magelang memiliki nilai PDRB per kapita yang jauh lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya, menunjukkan adanya konsentrasi pertumbuhan ekonomi di wilayah perkotaan. Kondisi ini menegaskan pentingnya analisis empiris untuk menilai ketimpangan antarwilayah sekaligus mengidentifikasi sektor-sektor unggulan sebagai dasar formulasi kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pembangunan antar kabupaten/kota di Kawasan Purwomanggung selama periode 2018 – 2022, menilai pola pertumbuhan ekonomi, serta mengidentifikasi sektor basis potensial. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. Analisis dilakukan menggunakan Indeks Williamson dan Indeks Theil untuk mengukur ketimpangan, serta metode Location Quotient (LQ) dan Shift-Share untuk menentukan sektor basis dan kontribusi sektoral terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan antarwilayah di Purwomanggung tergolong sedang dan tergolong tinggi pascapandemi COVID-19. Kota Magelang berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dengan dominasi sektor pengadaan listrik dan gas, dan Administrasi Pemerintahan, sementara Kabupaten Magelang unggul pada sektor industri pengolahan, dan Kabupaten Purworejo didominasi sektor Konstruksi. Adapun Kabupaten Wonosobo dan Temanggung masih didominasi sektor pertanian, sehingga memerlukan transformasi struktural. Secara umum, sektor basis utama kawasan meliputi Industri Pengolahan, Pengadaan Listrik dan Gas, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, dan konstruksi. Temuan ini menekankan pentingnya kebijakan pembangunan berbasis potensi lokal melalui pendekatan spasial sektoral terintegrasi guna mewujudkan sustainable regional development dan mendukung pencapaian tujuan SDGs 2030.
| Keywords : | Regional Disparity, GRDP, Williamson Index, Location Quotient, Shift-Share Analysis, Purwomanggung, Central Java., Ketimpangan Wilayah, PDRB, Indeks Williamson, Location Quotient, Shift-Share, Purwomanggung, Jawa Tengah. |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | Bayu Krisna Murti |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 07:32 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 07:33 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18413 |


