ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA STRATEGI SOFT SELLING IKLAN MARJAN EDISI 'BARUNA'2023 DALAM MEMBENTUK CITRA MEREK DI BENAK KONSUMEN

ALIYA, Rahma and RAHARDJO, Susilo Toto,(22 June 2026), ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA STRATEGI SOFT SELLING IKLAN MARJAN EDISI 'BARUNA'2023 DALAM MEMBENTUK CITRA MEREK DI BENAK KONSUMEN. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (168kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (230kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (160kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (174kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (284kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (915kB) | Request a copy

Abstract

Di tengah kejenuhan lanskap media yang memicu ad-avoidance, iklan sirup Marjan edisi "Baruna" 2023 hadir sebagai anomali dengan strategi soft selling dan visual storytelling yang epik. Merek ini berhasil mentransformasi dirinya dari sekadar komoditas pangan menjadi ikon kultural dan penanda waktu (time marker) kedatangan bulan suci Ramadan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurai implikasi visualisasi fantasi epik terhadap atribut produk, mekanisme ideologis dalam naturalisasi mitos kultural, serta dampak visual storytelling terhadap keruntuhan resistensi kritis audiens dalam pembentukan citra merek (brand image). Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup tatanan denotasi, konotasi, dan mitos. Data divalidasi melalui wawancara mendalam dengan lima informan untuk mengonfirmasi resepsi audiens. Analisis menunjukkan bahwa narasi kepahlawanan melawan monster laut (denotasi) menyimbolkan perjuangan umat Muslim menahan hawa nafsu (konotasi). Analisis mitos membuktikan bahwa Marjan sukses menaturalisasi posisinya sebagai "Episentrum Kegembiraan Ramadan", di mana nilai fungsional produk berubah menjadi tanda prestise (sign value). Penggunaan digital storytelling terbukti memicu narrative transportation yang meruntuhkan resistensi kognitif audiens sekaligus memperkuat keunikan merek.Strategi soft selling ini secara efektif mengukuhkan dominasi Marjan sebagai Top of Mind di pasar sirup Indonesia, di mana merek tidak lagi dikonsumsi karena alasan fungsional semata, melainkan sebagai bagian integral dari ritual kebudayaan masyarakat.
Keywords : Roland Barthes Semiotics, Soft Selling, Visual Storytelling, Brand Image,Marjan Advertisement., Semiotika Roland Barthes, Soft Selling, Visual Storytelling, Citra Merek,Iklan Marjan.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Manajemen
Depositing User: Rahma Aliya
Date Deposited: 29 Jun 2026 07:33
Last Modified: 29 Jun 2026 07:33
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18483

Actions (login required)

View Item
View Item