SAROSA, Chaviannisa Sagitha and ATMANTI, Hastarini Dwi,(15 June 2026), PREVALENSI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (146kB)
Download (262kB)
Download (268kB)
Download (382kB)
Download (320kB)
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama
dalam bidang malnutrisi, karena dampak jangka panjangnya terhadap pertumbuhan
fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas anak di masa depan. Meskipun
berbagai intervensi pemerintah telah dilakukan, prevalensi stunting masih
tergolong tinggi. Kejadian stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk
asupan gizi, karakteristik ibu, dan kondisi sosial ekonomi rumah tangga. Asupan
gizi yang tidak memadai serta kondisi lingkungan dan sosial ekonomi yang kurang
mendukung dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pertumbuhan pada
masa awal kehidupan anak. Oleh karena itu, identifikasi faktor-faktor penentu
stunting sangat penting untuk mengembangkan intervensi dan kebijakan yang
efektif dalam meningkatkan status kesehatan anak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan
dengan stunting pada anak balita di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Indonesian Family Life Survey
(IFLS). Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 6.720 balita. Variabel independen
yang digunakan meliputi asupan protein, pemberian ASI eksklusif, status imunisasi,
riwayat diare, paparan asap rokok, usia ibu saat menikah, tingkat pendidikan ibu,
dan pendapatan rumah tangga. Analisis regresi logistik digunakan untuk menguji
pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap kemungkinan terjadinya stunting pada
anak balita.
Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu,
usia ibu saat menikah, pemberian ASI eksklusif, status imunisasi, riwayat diare,
paparan asap rokok, pendapatan rumah tangga, dan asupan protein berpengaruh
signifikan terhadap kejadian stunting pada anak balita. Variabel yang paling
dominan adalah pendapatan rumah tangga, di mana anak yang berasal dari rumah
tangga dengan pendapatan tinggi memiliki peluang mengalami stunting lebih
rendah dibandingkan anak yang berasal dari rumah tangga dengan pendapatan
rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor gizi, kesehatan, karakteristik ibu,
dan kondisi sosial ekonomi merupakan determinan penting stunting pada anak
balita.
| Keywords : | Stunting, IFLS, Logit, Stunting, IFLS, Logit |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | chavia sarosa |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 01:24 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 01:24 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18629 |


