SEPTIANI, Aditya and CHARIRI, Anis and YUYETTA, Etna Nur Afri,(17 June 2026), Anteseden Sustainability Disclosure dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Perusahaan: Peran Moderasi Sustainability Assurance. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (202kB)
Download (209kB)
Download (216kB)
Download (513kB)
Download (282kB)
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini menganalisis anteseden kualitas sustainability disclosure dari perspektif tekanan pemangku kepentingan serta menguji pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan dengan kualitas sustainability assurance engagement sebagai variabel moderasi. Urgensi penelitian berangkat dari paradoks empiris di Indonesia: volume sustainability reporting melonjak dari 38% (2020) menjadi 94% (2024) seiring efektivitas POJK 51/2017, namun kepercayaan investor justru menurun (72 menjadi 55 poin) dan skor pengungkapan tetap tertinggal dari rata-rata ASEAN. Bersandar pada Stakeholder Theory dan Teori Legitimasi, penelitian ini berargumen bahwa kualitas asurans diukur melalui Assurance Process Depth (APD) dan Assurance Statement Breadth (ASB) merupakan jembatan yang mengonversi legitimasi simbolis menjadi legitimasi substantif yang diakui pasar.
Penelitian menggunakan unbalanced panel data dari 31 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024 (117 observasi firm-year) yang dipilih secara purposive sampling. Dua model regresi diestimasi menggunakan Panel EGLS dengan Random Effects Model. Dari enam prediktor anteseden, hanya dua yang signifikan: tekanan media massa berupa pemberitaan negatif sebagai pendorong utama (mengonfirmasi legitimacy management reaktif) dan tekanan karyawan melalui employee intensity. Tekanan kreditur, pemerintah, konsumen, dan kehadiran auditor Big 4 tidak terbukti signifikan, mencerminkan keterbatasan mekanisme transmisi ESG di pasar domestik.
Pada sisi konsekuensi, ESG Disclosure Score tidak berpengaruh langsung signifikan terhadap Tobin's Q, mengonfirmasi adanya ESG value gap. Namun APD memoderasi secara positif dan signifikan hubungan tersebut, dengan marginal effect sebesar 0,057 poin pada Tobin's Q untuk setiap kenaikan satu poin APD; sementara ASB tidak signifikan akibat ceiling effect (rata-rata 12,51 dari maksimum 13). Penelitian menyimpulkan bahwa menutup kesenjangan kepercayaan investor dan kualitas pengungkapan tidak dapat dicapai hanya melalui peningkatan volume disclosure, melainkan menuntut penguatan kedalaman proses asurans yang kredibel dan terstandarisasi, selaras dengan SDG 16 dan SDG 17.
| Keywords : | Sustainability disclosure, ESG Disclosure Score, Assurance Process Depth, Assurance Statement Breadth, Tobin’s Q, Stakeholder Pressure, Legitimacy Theory, Indonesian Capital Market, Sustainability disclosure , ESG Disclosure Score, Assurance Process Depth, Assurance Statement Breadth, Tobin’s Q, Tekanan Pemangku Kepentingan, Legitimacy Theory, Pasar Modal Indonesia |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (PhD) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | Aditya Septiani |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 07:52 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 07:52 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18670 |


