OELVIANI, Renie,(20 July 2026), NEXUS KERENTANAN, PERILAKU, DAN STRATEGI ADAPTASI PETANI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM: STUDI KASUS PERTANIAN PESISIR UTARA JAWA TENGAH. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (163kB)
Download (228kB)
Download (201kB)
Download (299kB)
Download (245kB)
Restricted to Repository staff only
Download (7MB) | Request a copy
Abstract
Perubahan iklim secara signifikan meningkatkan tekanan terhadap sistem pertanian pesisir melalui salinitas, intrusi air laut, banjir rob, dan gangguan tata air. Di pesisir utara Jawa Tengah, dinamika tekanan tersebut tidak hanya memengaruhi produktivitas serta mata pencaharian petani, melainkan juga membentuk kerentanan, strategi adaptasi, dan perilaku petani dalam menghadapi risiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara karakteristik sosial-ekonomi, tingkat kerentanan, strategi adaptasi, dan perilaku petani dalam membentuk respons adaptif terhadap perubahan iklim pada sistem pertanian pesisir utara Jawa Tengah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain sekuensial di Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Kendal. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 233 petani, wawancara mendalam dan observasi lapangan. Analisis kerentanan dilakukan menggunakan Livelihood Vulnerability Index (LVI) berbasis kerangka Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sedangkan perilaku adaptasi dianalisis dengan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) yang mengintegrasikan beragam teori perilaku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani pesisir menghadapi tingkat kerentanan yang cukup tinggi, terutama pada dimensi kapasitas adaptif, khususnya modal finansial dan sumber daya manusia. Kabupaten Pemalang memiliki nilai LVI sebesar 0,520, lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Kendal sebesar 0,458. Penelitian ini juga menemukan bahwa kerentanan tidak secara otomatis mendorong tindakan adaptasi. Norma subjektif, sikap terhadap adaptasi, persepsi kerentanan, dan efikasi adaptasi merupakan faktor utama pembentuk niat adaptasi petani. Temuan ini mengidentifikasi adanya kesenjangan antara tekanan kerentanan, kapasitas bertindak, dan respons aktual petani dalam menghadapi perubahan iklim.
Disertasi ini menyimpulkan bahwa adaptasi petani pesisir merupakan hasil interaksi antara kondisi sosial-ekonomi, kerentanan, strategi adaptasi, perilaku petani, dan faktor kontekstual. Integrated Nexus-Based Adaptation Framework (INAF) dirumuskan sebagai kerangka analitis integratif untuk menghubungkan dimensi kerentanan, strategi adaptasi, perilaku, dan respons adaptif petani. Implikasi praktis penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan adaptasi yang tidak hanya berfokus pada dukungan teknis, melainkan juga pada penguatan kapasitas adaptif, perilaku adaptif, modal sosial, pembiayaan, penyuluhan, dan tata kelola kolaboratif.
Kata kunci: perubahan iklim, kerentanan, perilaku adaptasi, strategi adaptasi, pertanian pesisir, salinitas, Integrated Nexus-Based Adaptation Framework.
| Keywords : | climate change, vulnerability, adaptive behaviour, adaptation strategies, coastal agriculture, salinity, Integrated Nexus-Based Adaptation Framework, perubahan iklim, kerentanan, perilaku adaptasi, strategi adaptasi, pertanian pesisir, salinitas, Integrated Nexus-Based Adaptation Framework. |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (PhD) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | Dr Renie Oelviani |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 08:06 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 08:14 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18682 |


