SADEWO, Panji Alwan and PURWANTI, Evi Yulia,(6 August 2026), PENGARUH AMNESTI PAJAK, KONDISI MAKROEKONOMI, DAN TINGKAT KORUPSI TERHADAP PENERIMAAN PAJAK (STUDI 3 NEGARA ASIA SELATAN TAHUN 2002-2024). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (1MB)
Download (1MB)
Download (1MB)
Download (1MB)
Download (1MB)
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Negara-negara di kawasan Asia Selatan masih menghadapi permasalahan rendahnya penerimaan pajak yang tercermin dari rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang belum optimal. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak adalah melalui pelaksanaan program amnesti pajak. Namun, penerimaan pajak tidak hanya ditentukan oleh kebijakan perpajakan, tetapi juga oleh kondisi makroekonomi dan kualitas institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh amnesti pajak, kondisi makroekonomi yang diproksikan melalui PDB, inflasi, dan keterbukaan perdagangan, serta tingkat korupsi yang diproksikan melalui Indeks Persepsi Korupsi (IPK) terhadap penerimaan pajak di tiga negara Asia Selatan, yaitu India, Pakistan, dan Sri Lanka.
Penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk data panel yang menggabungkan data cross-section tiga negara dan data time series tahunan periode 2002-2024. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki 69 observasi yang berasal dari tiga negara selama 23 tahun pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan metode Panel Autoregressive Distributed Lag dengan pendekatan Pooled Mean Group (Panel ARDL/PMG) untuk mengestimasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang.
Hasil analisis menunjukkan dua kelompok utama temuan. Pertama, variabel yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak dalam jangka panjang meliputi PDB, keterbukaan perdagangan, dan IPK. Kedua, variabel yang belum menunjukkan pengaruh signifikan terdiri atas amnesti pajak yang berpengaruh negatif, inflasi yang berpengaruh negatif dalam jangka pendek maupun jangka panjang, serta PDB dalam jangka pendek yang berpengaruh positif. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan penerimaan pajak perlu diarahkan pada penguatan kapasitas ekonomi, optimalisasi aktivitas perdagangan, dan perbaikan kualitas institusi, sementara amnesti pajak tidak sebaiknya dijadikan sebagai instrumen utama peningkatan penerimaan. Penelitian ini berkontribusi dengan mengintegrasikan kebijakan amnesti pajak, kondisi makroekonomi, dan tingkat korupsi dalam satu kerangka analisis dinamis untuk menjelaskan determinan penerimaan pajak jangka pendek dan jangka panjang di tiga negara Asia Selatan.
| Keywords : | tax revenue, tax amnesty, macroeconomic conditions, Corruption Perceptions Index, Panel ARDL/PMG, penerimaan pajak, amnesti pajak, kondisi makroekonomi, Indeks Persepsi Korupsi, Panel ARDL/PMG |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | Mr. Panji Alwan Sadewo |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 08:37 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 08:44 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18763 |


