SALSABRINA, Hida Adistya and KIRANA, Mayanggita,(24 July 2026), PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DAN PENAWARAN TENAGA KERJA DI INDONESIA(SUSENAS 2023). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (263kB)
Download (242kB)
Download (201kB)
Download (267kB)
Download (215kB)
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepesertaan rumah tangga dalam Program Keluarga Harapan (PKH) sekaligus mengestimasi dampaknya terhadap jumlah jam kerja anggota rumah tangga penerima, serta menelaah heterogenitas dampak tersebut menurut wilayah tempat tinggal, jenis kelamin, dan sektor pekerjaan di Indonesia dengan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023. Pemahaman atas hubungan tersebut penting untuk menilai apakah bantuan tunai bersyarat menimbulkan disinsentif kerja atau justru menopang aktivitas produktif rumah tangga miskin. Model logit digunakan untuk mengestimasi propensity score kepesertaan program, yang dilanjutkan dengan metode Propensity Score Matching (PSM)
menggunakan algoritma Caliper and Radius untuk mengatasi bias seleksi dan mengestimasi Average Treatment Effect on the Treated (ATT). Kesalahan baku dihitung secara cluster-robust pada tingkat rumah tangga, dan uji sensitivitas
Rosenbaum Bounds dilakukan untuk menilai kekokohan estimasi terhadap bias variabel tak teramati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kemiskinan rumah tangga dan kepesertaan pada program bantuan sosial lain berpengaruh signifikan meningkatkan probabilitas kepesertaan PKH, yang menegaskan adanya mekanisme penargetan berbasis karakteristik teramati. Secara rata-rata, kepesertaan PKH
menurunkan jam kerja penerima sebesar 0,31 jam per minggu, signifikan pada tingkat 1%. Mengingat ukuran efek agregat yang kecil pada sampel berukuran besar, uji sensitivitas menunjukkan bahwa signifikansi dampak agregat tersebut
tergolong sensitif terhadap potensi bias variabel tak teramati, sehingga interpretasi difokuskan pada arah dan pola dampak antarkelompok. Analisis heterogenitas
mengungkap adanya mekanisme ganda (dual mechanism): PKH menurunkan jam kerja pada sektor informal melalui efek penyangga pendapatan (income smoothing), sementara meningkatkan jam kerja pada sektor formal melalui efek faktor pemungkin (enabler). Temuan ini menunjukkan bahwa PKH berperan sebagai instrumen perlindungan sosial yang menopang kesejahteraan rumah tangga rentan tanpa menimbulkan disinsentif kerja yang berarti, serta menegaskan perlunya
kebijakan komplementer yang dibedakan menurut sektor pekerjaan.
Kata Kunci: Program Keluarga Harapan (PKH), Penawaran Tenaga Kerja, Jam Kerja, Propensity Score Matching, Perlindungan Sosial
| Keywords : | Family Hope Program (PKH), Labor Supply, Working Hours, Propensity Score Matching, Social Protection, Program Keluarga Harapan (PKH), Penawaran Tenaga Kerja, Jam Kerja, Propensity Score Matching, Perlindungan Sosial |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | Mrs Hida Adistya Salsabrina |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 07:01 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 07:02 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18773 |


