PENGARUH RISIKO GEOPOLITIK, HARGA SUBSTITUSI, AKTIVITAS INDUSTRI, NILAI TUKAR, DAN KEBIJAKAN RESTRIKSI TERHADAP EKSPOR MINYAK KELAPA SAWIT INDONESIA: PENDEKATAN TWO-STAGE LEAST SQUARES

SUDARSO, Abdul Rafi and ATMANTI, Hastarini Dwi,(7 July 2026), PENGARUH RISIKO GEOPOLITIK, HARGA SUBSTITUSI, AKTIVITAS INDUSTRI, NILAI TUKAR, DAN KEBIJAKAN RESTRIKSI TERHADAP EKSPOR MINYAK KELAPA SAWIT INDONESIA: PENDEKATAN TWO-STAGE LEAST SQUARES. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (340kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (306kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (266kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (274kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (277kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia, sebagai produsen dan eksportir minyak kelapa sawit (CPO) terbesar di dunia, menghadapi volatilitas ekspor yang dipicu oleh guncangan eksternal seperti risiko geopolitik, fluktuasi harga komoditas substitusi, dan intervensi kebijakan domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko geopolitik, efek substitusi harga minyak kedelai, aktivitas industri negara maju, nilai tukar nominal, dan kebijakan pelarangan ekspor terhadap volume ekspor CPO Indonesia. Menggunakan data deret waktu bulanan dari tahun 2009 hingga 2023, penelitian ini mengaplikasikan metode Two-Stage Least Squares (2SLS) untuk mengatasi masalah endogenitas akibat penentuan harga dan volume ekspor secara simultan, dengan menggunakan produksi CPO Malaysia sebagai variabel instrumental. Hasil estimasi menunjukkan bahwa risiko geopolitik global, harga minyak kedelai, aktivitas industri, nilai tukar nominal, dan harga CPO global berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor. Secara khusus, kebijakan pelarangan ekspor domestik berdampak negatif sangat signifikan, merefleksikan efek disruptif dari hambatan non-tarif yang ekstrem. Selain itu, risiko geopolitik terbukti menurunkan ekspor, mengindikasikan bahwa hambatan logistik lebih dominan dibandingkan penimbunan preventif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fundamental permintaan global dan kebijakan perdagangan domestik lebih dominan dalam menentukan kinerja ekspor CPO dibandingkan sentimen geopolitik. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya menjaga kredibilitas pasar dengan menghindari larangan ekspor total (blanket ban) dan beralih pada instrumen fiskal yang lebih terukur, seperti pajak ekspor variabel atau Domestic Market Obligation (DMO), guna mengamankan pasokan domestik tanpa memutus aliran perdagangan global.
Keywords : CPO exports, geopolitical risk, substitution effect, Two-Stage Least Squares, export ban, trade policy, Ekspor CPO, risiko geopolitik, efek substitusi, Two-Stage Least Squares, larangan ekspor, kebijakan perdagangan
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Abdul Rafi Sudarso
Date Deposited: 24 Aug 2026 07:49
Last Modified: 24 Aug 2026 07:50
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18782

Actions (login required)

View Item
View Item