ANALISIS SPASIAL KEMISKINAN DI KAWASAN BARLINGMASCAKEB 2014-2024: CAPABILITY DEPRIVATION APPROACH

ARRIZQI, Zulfa and HAYATI, Banatul,(27 August 2026), ANALISIS SPASIAL KEMISKINAN DI KAWASAN BARLINGMASCAKEB 2014-2024: CAPABILITY DEPRIVATION APPROACH. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (282kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (291kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (292kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (325kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (315kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Kemiskinan merupakan bentuk capability deprivation yang tidak hanya ditandai oleh rendahnya pendapatan, tetapi juga keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja. Kemiskinan di suatu kabupaten tidak hanya berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di kabupaten itu sendiri, tetapi juga menimbulkan spillover ke kabupaten lain yang berdekatan secara spasial. Berdasarkan LISA Local Indicators of Spatial Association Cluster, kemiskinan di kawasan BARLINGMASCAKEB (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen) menunjukan adanya pengelompokan spasial tingkat kemiskinan antar kabupaten. Sehingga, penelitian ini bertujuan menganalisis efek langsung (direct effect) dan tidak langsung (indirect effect) Laju Pertumbuhan PDRB, Angka Harapan Hidup (AHH), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), Tingkat Pengangguran, Akses Sanitasi Layak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di kawasan BARLINGMASCAKEB. Penelitian ini menggunakan data panel 5 kabupaten selama periode 2014 2024. Autokorelasi spasial diuji dengan Global Moran’s I, dilakukan dengan pendekatan spatial econometrics. Matriks pembobot spasial yang digunakan yaitu Queen Contiguity. Berdasarkan nilai Akaike Information Criterion (AIC) terendah, regresi spasial yang tepat yaitu Spatial Autoregrresive Model pendekatan Fixed Effect (SAR-FE). Interpretasi hasil dilakukan melalui direct effect, indirect effect, dan total effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan di Kawasan ini memiliki ketergantungan spasial positif. Berdasarkan impact effect kemiskinan memiliki koefisien lag spasial sebesar 0,819 yang menunjukkan adanya ketergantungan spasial antarwilayah. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan pada taraf 1%, Akses sanitasi layak berpengaruh negatif dan signifikan pada taraf signifikansi 5% terhadap tingkat kemiskinan. Hasil direct effect, indirect effect, dan total effect menunjukkan bahwa peningkatan RLS dan akses sanitasi layak mampu menurunkan tingkat kemiskinan baik secara langsung maupun melalui spillover effect antarwilayah.
Keywords : Poverty, Spatial Autoregressive Fixed Effect (SAR-FE), Spillover Effect, Kemiskinan, Spatial Autoregressive Fixed Effect (SAR-FE), Efek spillover
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Zulfa Arrizqi
Date Deposited: 16 Sep 2026 06:58
Last Modified: 16 Sep 2026 06:58
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18851

Actions (login required)

View Item
View Item