NIRMALA, Mayang Sofia and MAS'UD, Fuad,(9 September 2026), MOTIVASI MUZAKKI DALAM MEMBAYAR ZAKAT PROFESI MELALUI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KOTA PEKALONGAN (STUDI FENOMENOLOGI PEGAWAI ASN). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (368kB)
Download (357kB)
Download (326kB)
Download (277kB)
Download (356kB)
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Abstract
Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, yang mencapai lebih dari 231 juta jiwa, menunjukkan potensi zakat yang sangat besar, namun hingga tahun 2023 realisasi penghimpunan zakat nasional hanya mencapai Rp 33,8 triliun, dari potensi optimal yang diperkirakan mencapai Rp 327 triliun. Kondisi serupa terjadi di Kota Pekalongan, di mana potensi zakat mencapai Rp 319,30 miliar namun realisasi penghimpunan hanya mencapa Rp 2,14 miliar pada tahun 2023. Kontribusi zakat di Kota Pekalongan cenderung didominasi oleh kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang penghimpunan zakatnya dilakukan melalui mekanisme pemotongan gaji setiap bulan berdasarkan persetujuan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam motivasi muzakki dari kalangan Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Pekalongan, dalam membayar zakat profesi melalui BAZNAS Kota Pekalongan.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi dilakukan untuk memahami secara mendalam pengalaman dan makna yang dirasakan oleh muzakki dalam menunaikan zakat profesi melalui BAZNAS. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi kepada 10 informan yang merupakan pegawai ASN Kota Pekalongan yang telah menunaikan zakat profesi melalui BAZNAS. Data yang telah diperoleh selanjutnya divalidasi menggunakan member check.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat motivasi yang mendasari muzakki dalam menunaikan zakat profesi melalui BAZNAS, yaitu pemahaman zakat, kesadaran diri sebagai muzakki, kepercayaan terhadap BAZNAS, dan faktor sosial. Seluruh informan memahami zakat sebagai kewajiban agama sekaligus sarana pensucian harta dan pemenuhan hak orang lain, di mana pemahaman tersebut menjadi landasan tumbuhnya kesadaran diri muzakki untuk berzakat. Kepercayaan terhadap BAZNAS terbentuk melalui keterbukaan informasi dan akuntabilitas penyaluran yang dinilai sudah berjalan dengan baik. Adapun faktor sosial, khususnya kebijakan instansi dan lingkungan kerja, menjadi faktor dalam mendorong informan memilih BAZNAS, sementara keluarga berperan sebagai faktor pendukung yang memperkuat kebiasaan berzakat.
| Keywords : | Professional zakat, muzakki, BAZNAS, motivation, ASN, Zakat profesi, muzakki, BAZNAS, motivasi, ASN |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Islam |
| Depositing User: | Mayang Sofia Nirmala |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 01:06 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 01:06 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18873 |


