DECOUPLING PERTUMBUHAN INDUSTRI DAN EMISI CO2 DI INDONESIA: ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI DECOUPLING DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH TAHUN 2000-2024

AKHLISH, Aqila Insani Mulia and AMINATA, Jaka,(4 September 2026), DECOUPLING PERTUMBUHAN INDUSTRI DAN EMISI CO2 DI INDONESIA: ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI DECOUPLING DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH TAHUN 2000-2024. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (187kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (186kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (209kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (244kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (297kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Sektor industri merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia dan sekaligus berkontribusi terhadap konsumsi energi dan emisi CO₂. Penelitian ini menganalisis pola decoupling antara pertumbuhan industri dan emisi CO₂ di Indonesia serta faktor-faktor yang memengaruhi Decoupling Index (DI). Analisis decoupling dilakukan menggunakan metode Elastisitas Decoupling Tapio, sedangkan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL)-ECM digunakan untuk menganalisis pengaruh konsumsi energi sektor industri (Final Energy Consumption/FEI), Weighted Energy Price (WEP), pembentukan modal tetap bruto (PMTB), dan labour terhadap DI dalam jangka pendek dan jangka panjang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola decoupling mengalami fluktuasi, dengan Strong Decoupling sebagai kondisi yang paling dominan, terjadi pada 10 dari 25 periode (40,0%), diikuti Expansive Negative Decoupling pada 7 periode (28,0%). Hasil estimasi ARDL-ECM menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, FEI dan WEP berpengaruh positif dan signifikan terhadap DI, sedangkan PMTB berpengaruh negatif dan signifikan. Labour tidak berpengaruh signifikan dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, FEI dan PMTB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap DI, sedangkan WEP dan labour berpengaruh positif dan signifikan. Dalam perspektif ekonomi syariah, hasil penelitian menunjukkan pentingnya pembangunan industri yang menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab sesuai dengan prinsip mizan, mashlahah, dan amanah.
Keywords : Decoupling Index, industrial growth, CO₂ emissions, ARDL-ECM, Islamic economics, Decoupling Index, pertumbuhan industri, emisi CO₂, ARDL-ECM, ekonomi syariah.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Islam
Depositing User: Aqila Insani Mulia Akhlish
Date Deposited: 25 Sep 2026 04:17
Last Modified: 25 Sep 2026 04:19
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18906

Actions (login required)

View Item
View Item