WAFA, Ziidan Kholida and MUTTAQIN, Aris Anwaril,(21 July 2026), ANALISIS PENGELOLAAN FUNDRAISING ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH (ZIS) BERBASIS FINTECH PADA LAZISMU, LAZISNU, DAN BAZNAS DI KABUPATEN BANJARNEGARA. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (5MB)
Download (5MB)
Download (5MB)
Download (5MB)
Download (5MB)
Restricted to Repository staff only
Download (5MB) | Request a copy
Abstract
Perkembangan financial technology (fintech) telah mendorong
transformasi digital dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Pemanfaatan fintech melalui website, media sosial, QRIS, transfer perbankan, e
wallet, dan sistem pembayaran digital lainnya memberikan peluang bagi lembaga
pengelola ZIS untuk meningkatkan kemudahan akses, efisiensi pelayanan,
transparansi, serta perluasan jangkauan penghimpunan dana. Namun, pemanfaatan
fintech pada ketiga lembaga tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih
menghadapi kendala berupa rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan
sosialisasi, serta masih kuatnya kebiasaan pembayaran ZIS secara konvensional.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan ZIS berbasis fintech pada
LAZISMU, LAZISNU, dan BAZNAS Kabupaten Banjarnegara, dengan fokus
pada pemanfaatan fintech, penerapan fungsi manajemen Planning, Organizing,
Actuating, dan Controlling (POAC), serta implikasinya terhadap kendala dan
optimalisasi penghimpunan ZIS.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data
diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengelola
ketiga lembaga. Informan ditentukan berdasarkan keterlibatan dan pemahamannya
terhadap pengelolaan ZIS dan penggunaan fintech. Data dianalisis melalui reduksi
data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan keabsahan
data diperkuat melalui triangulasi dan member check.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAZISMU, LAZISNU, dan
BAZNAS Kabupaten Banjarnegara telah memanfaatkan fintech dalam
pengelolaan dan penghimpunan ZIS, namun dengan pola yang berbeda:
LAZISMU melalui website, media sosial, transfer perbankan, dan QRIS;
LAZISNU mengombinasikan kanal digital dengan metode konvensional;
sedangkan BAZNAS menggunakan layanan digital yang lebih beragam, termasuk
e-wallet dan payroll digital. Berdasarkan fungsi manajemen POAC, ketiga
lembaga menunjukkan tingkat kematangan pengelolaan yang berbeda: BAZNAS
relatif paling matang dalam perencanaan dan pengawasan melalui integrasi
kebijakan daerah dan pelaporan digital terbuka, LAZISMU unggul pada
pelaksanaan berbasis SDM muda dan konten digital, sedangkan LAZISNU masih
bergantung pada kebijakan tingkat provinsi dalam aspek pengorganisasian dan
pengawasan. Perbedaan pola tersebut dipengaruhi oleh karakteristik kelembagaan
dan lapisan muzaki masing-masing lembaga. Oleh karena itu, diperlukan
penguatan edukasi digital, peningkatan kapasitas SDM, serta optimalisasi strategi
digital fundraising untuk mendukung efektivitas penghimpunan ZIS.
| Keywords : | financial technology, zakat, infaq, sadaqah, digital fundraising, POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), Banjarnegara., financial technology, zakat, infak, sedekah, digital fundraising, POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), Banjarnegara |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Islam |
| Depositing User: | Ziidan Kholida Wafa |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 04:58 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 04:59 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18985 |


