ANALISIS FAKTOR KELEMBAGAAN DAN MAKRO EKONOMI YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INFLASI (STUDI NEGARA APEC TAHUN 1997-2025)

NOVIANTI, Karimah Az Zahra and SANTOSA, Purbayu Budi,(7 August 2026), ANALISIS FAKTOR KELEMBAGAAN DAN MAKRO EKONOMI YANG MEMPENGARUHI TINGKAT INFLASI (STUDI NEGARA APEC TAHUN 1997-2025). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (154kB)
[thumbnail of Abstrak (inggris)] Text (Abstrak (inggris)) - Published Version
Download (133kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (149kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (195kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (212kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini menganalisis determinan inflasi pada 20 negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) selama periode 1997 -2025. Variabel independen yang digunakan adalah korupsi yang diukur dengan Corruption Perceptions Index (CPI), keterbukaan perdagangan, pertumbuhan jumlah uang beredar, harga minyak dunia, dan tingkat pengangguran. Data bersumber dari World Development Indicators, Transparency International, dan International Monetary Fund. Analisis menggunakan regresi data panel model Fixed Effect dengan Driscoll-Kraay standard error, dan diestimasi terpisah untuk kelompok negara maju dan negara berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor CPI yang lebih tinggi, yang berarti korupsi lebih rendah, berhubungan negatif dengan inflasi pada kedua kelompok, dan hubungan tersebut lebih kuat pada negara berkembang. Keterbukaan perdagangan berhubungan positif dengan inflasi pada kedua kelompok, sehingga tidak sejalan dengan hipotesis Romer. Pertumbuhan jumlah uang beredar tidak berpengaruh signifikan pada negara berkembang dan berpengaruh positif secara lemah pada negara maju. Harga minyak dunia menunjukkan pola yang sama. Tingkat pengangguran berhubungan negatif dengan inflasi pada negara maju sesuai Kurva Phillips, tetapi tidak berpengaruh signifikan pada negara berkembang. Temuan ini menunjukkan bahwa determinan inflasi di kawasan APEC bersifat heterogen menurut tingkat pembangunan, dan bahwa kualitas kelembagaan berkaitan dengan stabilitas harga.
Keywords : corruption, inflation, APEC, panel data, Fixed Effect, korupsi, inflasi, APEC, data panel, Fixed Effect
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Karimah Az Zahra Novianti
Date Deposited: 30 Sep 2026 07:09
Last Modified: 30 Sep 2026 07:09
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/18989

Actions (login required)

View Item
View Item