ANALISIS PENGARUH DOMINASI FISKAL TERHADAP INFLASI INTI DI INDONESIA DENGAN INDEPENDENSI BANK SENTRAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI PERIODE 2010Q1-2025Q4

WIJAYA, Aji and AGUSTIN, Esther Sri Astuti Soeryaningrum,(19 August 2026), ANALISIS PENGARUH DOMINASI FISKAL TERHADAP INFLASI INTI DI INDONESIA DENGAN INDEPENDENSI BANK SENTRAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI PERIODE 2010Q1-2025Q4. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (297kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (245kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (254kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (361kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (287kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transmisi dampak dominasi fiskal, fundamental makroekonomi, dan kapasitas independensi bank sentral terhadap pembentukan inflasi inti di Indonesia. Menggunakan data runtun waktu (time series) periode 2010–2025, estimasi empiris dieksekusi pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengevaluasi dinamika hubungan jangka pendek dan ekuilibrium jangka panjang. Model ini turut menginkorporasikan variabel dummy statis guna mengontrol anomali intervensi kebijakan burden sharing, perubahan instrumen BI7DRR, dan krisis pandemi COVID-19.Temuan empiris dari studi ini menunjukkan bahwa inflasi jangka panjang secara simultan didorong oleh dinamika fundamental makroekonomi. Ekspansi jumlah uang beredar (M2), pelemahan nilai tukar Rupiah, serta tingginya kesenjangan output (output gap) terbukti secara konsisten menjadi determinan utama penekan harga dalam jangka panjang. Di sisi lain, desakan pembiayaan defisit pemerintah melalui jalur dominasi fiskal dan penyerapan SBN (burden sharing) memicu guncangan likuiditas yang signifikan di jangka pendek, namun bersifat transitori dan tidak bertransmisi menjadi inflasi struktural yang permanen pada ekuilibrium jangka panjang. Redupnya ancaman inflasi jangka panjang dari luapan fiskal tersebut memberikan indikasi kuat bahwa Bank Indonesia memiliki instrumen kelembagaan yang tangguh sebagai peredam kejut (shock absorber). Terjaganya stabilitas ini divalidasi oleh pengukuran independensi operasional secara de facto (Taylor Gap), yang mengonfirmasi bahwa penetapan suku bunga acuan otoritas moneter tidak terdistorsi oleh besaran beban utang negara dan tetap kredibel dalam menjalankan mandat stabilitas harga.
Keywords : Fiscal dominance, core inflation, central bank independence, ARDL,macroeconomic variables, Dominasi fiskal, inflasi inti, independensi bank sentral, ARDL, variabel makroekonomi
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Mr. AJI WIJAYA
Date Deposited: 01 Oct 2026 05:33
Last Modified: 01 Oct 2026 05:35
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/19005

Actions (login required)

View Item
View Item