ADY, Ilham Akbar and KURNIA, Akhmad Syakir,(28 September 2026), INDEPENDENSI BANK SENTRAL DAN EFEKTIFITAS TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER DI TENGAH GUNCANGAN EKONOMI GLOBAL. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (149kB)
Download (139kB)
Download (157kB)
Download (234kB)
Download (205kB)
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Kemampuan bank sentral dalam menjaga stabilitas makroekonomi seringkali diuji
oleh berbagai guncangan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
sejauh mana efektivitas kebijakan moneter di lima negara yang menerapkan
kerangka Inflation Targeting Framework (ITF). Fokus utama dari studi ini adalah
melihat bagaimana dinamika kerugian makroekonomi (Loss Function) merespons
tingkat independensi bank sentral (CBI), instrumen suku bunga, serta pergerakan
nilai tukar. Selain itu, kajian ini juga menguji ada tidaknya perubahan struktural
akibat guncangan arus modal global pada peristiwa Taper Tantrum tahun 2013.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif melalui
estimasi ekonometrika Panel Structural Vector Autoregression (Panel SVAR).
Data yang dipakai merupakan data sekunder berbentuk panel tahunan dari lima
negara sampel (Selandia Baru, Indonesia, Thailand, Brasil, dan Chili) selama
rentang pengamatan tahun 2005 sampai 2024. Untuk mengekstraksi guncangan
murni pada masing-masing variabel, model struktural ini menerapkan restriksi
dekomposisi Cholesky. Analisis lanjutan kemudian dilakukan dengan melihat hasil
Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition
(FEVD).
Hasil pengujian melalui Wald Test membuktikan bahwa krisis likuiditas global di
tahun 2013 memicu terjadinya patahan struktural (structural break) secara persisten
pada pola transmisi kebijakan moneter di negara sampel. Berdasarkan grafik IRF,
wibawa kelembagaan bank sentral (CBI) awalnya sangat efektif menekan Loss
Function di masa tenang, tetapi efektivitas ini hilang dan justru menjadi volatil
ketika dihadapkan pada kepanikan pasar. Temuan dari FEVD juga memperlihatkan
adanya pergeseran instrumen kebijakan. Sebelum krisis, kontribusi CBI mampu
mencapai 6,38%, namun pasca-2013 angkanya merosot tajam menjadi 0,92%.
Sebaliknya, porsi instrumen suku bunga justru melonjak drastis dari 1,80% menjadi
28,52%. Hal ini menunjukkan bahwa independensi secara hukum saja tidak cukup
kuat untuk menghadapi guncangan eksternal, sehingga bank sentral terpaksa
mengambil alih kendali stabilitas lewat manuver suku bunga yang agresif.
| Keywords : | Monetary Policy Effectiveness, Central Bank Independence, Loss Function, Panel SVAR, Taper Tantrum., Efektivitas Kebijakan Moneter, Independensi Bank Sentral, Loss Function, Panel SVAR, Taper Tantrum. |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | ILHAM ILHAM ADY |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 07:23 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 07:24 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/19024 |


