PENGARUH URBANISASI, MODAL MANUSIA, DAN PENGANGGURAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI SEMBILAN KOTA PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2019-2025

MUNGGARAN, Bhiesma Bakhits and MARIA, Nugroho Sumarjiyanto Benedictus,(24 September 2026), PENGARUH URBANISASI, MODAL MANUSIA, DAN PENGANGGURAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI SEMBILAN KOTA PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2019-2025. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (2MB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (2MB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (2MB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (2MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (2MB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kemiskinan perkotaan di Provinsi Jawa Barat tetap persisten meskipun kesembilan kota otonomnya merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dengan capaian pembangunan manusia yang tinggi. Penelitian ini menganalisis pengaruh urbanisasi, modal manusia, dan pengangguran terhadap tingkat kemiskinan perkotaan di sembilan kota otonom Provinsi Jawa Barat pada periode 2019–2025. Urbanisasi diproksikan dengan jumlah migrasi masuk, modal manusia dengan Indeks Pembangunan Manusia, dan pengangguran dengan Tingkat Pengangguran Terbuka. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dengan struktur panel seimbang sebanyak 63 observasi yang mencakup sembilan kota selama tujuh tahun. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan Fixed Effect Model yang terpilih melalui Uji Chow dan Uji Hausman, disertai koreksi kesalahan baku robust Arellano (HC1) untuk mengatasi heteroskedastisitas dan autokorelasi. Hasil estimasi menunjukkan bahwa pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan perkotaan pada taraf satu persen, dengan kenaikan tingkat pengangguran terbuka sebesar satu poin persentase berasosiasi dengan kenaikan persentase penduduk miskin sekitar 0,22 poin persentase. Sebaliknya, urbanisasi dan modal manusia tidak berpengaruh signifikan pada taraf lima persen. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan perkotaan dengan nilai R² within sebesar 0,3049. Hasil tersebut menegaskan bahwa kondisi pasar tenaga kerja merupakan saluran paling menentukan bagi dinamika kemiskinan perkotaan, sehingga prioritas kebijakan sebaiknya diarahkan pada perluasan dan perlindungan kesempatan kerja, bukan pada pembatasan arus pendatang.
Keywords : urban poverty, urbanization, human capital, unemployment, panel data, kemiskinan perkotaan, urbanisasi, modal manusia, pengangguran, data panel
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Bhiesma Bakhits Munggaran Munggaran
Date Deposited: 20 Oct 2026 07:02
Last Modified: 20 Oct 2026 07:02
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/19079

Actions (login required)

View Item
View Item