IRBAH, Arsyada Adhanun and WIDODO, Wahyu,(2 October 2026), PENGARUH KINERJA INFRASTRUKTUR LOGISTIK DAN KAPASITAS PRODUKSI TERHADAP EKSPOR MANUFAKTUR: STUDI NEGARA-NEGARA EMERGING ECONOMIES TAHUN 2007–2022. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (122kB)
Download (104kB)
Download (107kB)
Download (74kB)
Download (200kB)
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Kinerja ekspor manufaktur negara-negara emerging economies masih menunjukkan perbedaan yang cukup besar, sejalan dengan variasi kapasitas produksi, kinerja logistik, dan kondisi harga relatif antarnegara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ekspor manufaktur tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan output, tetapi juga dengan efisiensi distribusi serta perubahan nilai tukar riil dalam perdagangan internasional. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kinerja infrastruktur logistik, kapasitas produksi, dan nilai tukar riil terhadap nilai ekspor manufaktur pada negara-negara emerging economies periode 2007–2022. Kinerja logistik diukur menggunakan Logistics Performance Index (LPI) secara keseluruhan dan enam komponennya, kapasitas produksi direpresentasikan melalui Gross Fixed Capital Formation (GFCF), tenaga kerja manufaktur, dan teknologi, sedangkan nilai tukar riil diukur menggunakan Real Effective Exchange Rate.
Penelitian ini menggunakan data panel 42 negara emerging economies dengan tujuh periode pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel melalui beberapa spesifikasi model untuk menguji LPI secara keseluruhan maupun masing-masing komponennya bersama variabel kapasitas produksi dan nilai tukar riil. Hasil pemilihan model menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) digunakan pada seluruh model penelitian dengan estimasi akhir menggunakan robust standard error.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPI secara keseluruhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor manufaktur pada taraf 1 persen. Komponen customs, infrastructure, logistics competence, dan tracking and tracing juga berpengaruh positif dan signifikan pada taraf 1 persen, sedangkan international shipments signifikan pada taraf 5 persen. Sebaliknya, timeliness tidak berpengaruh signifikan. Dari sisi kapasitas produksi, GFCF dan teknologi berpengaruh positif dan signifikan pada taraf 1 persen pada seluruh model, sedangkan tenaga kerja manufaktur juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan tingkat signifikansi yang lebih rendah. Sementara itu, nilai tukar rill memiliki arah koefisien yang cenderung negatif, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor manufaktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja logistik dan kapasitas produksi menunjukkan pengaruh yang lebih konsisten terhadap ekspor manufaktur negara-negara emerging economies, sedangkan perubahan nilai tukar riil belum menunjukkan pengaruh yang signifikan selama periode penelitian.
| Keywords : | Manufacturing Exports, Logistics Performance, Production Capacity, Real Exchange Rate, Emerging economies, Ekspor Manufaktur, Kinerja Logistik, Kapasitas Produksi, Nilai Tukar Riil, Emerging economies |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Pembangunan |
| Depositing User: | arsyada adhanun irbah |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 08:31 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 08:36 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/19083 |


