SPILLOVER SPASIAL PUSAT PERTUMBUHAN DAN PEMEKARAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

WIJAYANTI, Asih Kusuma and SUGIYANTO, Fransiscus Xaverius and FIRMANSYAH, Firmansyah,(30 June 2026), SPILLOVER SPASIAL PUSAT PERTUMBUHAN DAN PEMEKARAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (76kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (88kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (90kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (283kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (166kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis spillover spasial pusat pertumbuhan dan dampak pemekaran wilayah terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara. Pemekaran wilayah berpotensi mengubah struktur pusat pertumbuhan, pola interaksi antarwilayah, dan karakteristik spillover spasial yang terbentuk. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada identifikasi pusat pertumbuhan sebelum dan sesudah pemekaran serta analisis faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi regional dalam perspektif spasial. Penelitian menggunakan data panel 14 kabupaten/kota periode 2010–2023. Identifikasi pusat pertumbuhan dilakukan menggunakan metode skalogram, indeks sentralitas, dan model gravitasi. Ketergantungan spasial dianalisis melalui Moran’s I Global dan Local Indicators of Spatial Association (LISA). Selanjutnya, pengaruh faktor-faktor ekonomi terhadap pertumbuhan ekonomi dianalisis menggunakan model ekonometrika spasial panel, yaitu Spatial Autoregressive Model (SAR) dan Spatial Error Model (SEM) dengan matriks pembobot spasial non-biner berbasis inverse distance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemekaran wilayah mengubah struktur pusat pertumbuhan dari pola yang relatif terpusat menjadi lebih polisentris. Sebelum pemekaran, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara berperan sebagai pusat pertumbuhan utama, sedangkan setelah pemekaran Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan muncul sebagai pusat pertumbuhan baru di Kalimantan Utara. Analisis gravitasi menunjukkan bahwa interaksi ekonomi antarwilayah masih dipengaruhi oleh kedekatan geografis sesuai Hukum Tobler. Hasil Moran’s I dan LISA mengindikasikan adanya perbedaan karakteristik autokorelasi spasial antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Hasil estimasi menunjukkan bahwa Spatial Error Model (SEM) Fixed Effects merupakan model terbaik. Pembentukan modal tetap bruto, kualitas sumber daya manusia, tingkat partisipasi angkatan kerja, pertumbuhan penduduk, dan struktur ekonomi berbasis pertambangan terbukti memengaruhi pertumbuhan ekonomi antarwilayah. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan analisis spillover spasial dalam konteks pemekaran wilayah melalui penggunaan matriks pembobot spasial non-biner berbasis jarak serta pengenalan konsep border effect pada wilayah perbatasan. Temuan penelitian menegaskan bahwa pemekaran wilayah menghasilkan pusat-pusat pertumbuhan baru sekaligus membentuk pola interaksi dan spillover spasial yang berbeda, sehingga kebijakan pembangunan daerah perlu mempertimbangkan keterkaitan spasial dan penguatan konektivitas antarwilayah.
Keywords : spillover spasial, pusat pertumbuhan, pemekaran wilayah,, spillover spasial, pusat pertumbuhan, pemekaran wilayah, border effect, pertumbuhan ekonomi regional, Moran’s I, LISA, Spatial Error Model (SEM).
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Asih Kusuma
Date Deposited: 26 Oct 2026 04:38
Last Modified: 26 Oct 2026 04:39
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/19086

Actions (login required)

View Item
View Item