ANALISIS STRATEGI PENCAPAIANPROGRAM PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN DELANGGU KABUPATEN KLATEN

WIBOWO, Agung Putranto and SANTOSA, Purbayu Budi,(5 March 2015), ANALISIS STRATEGI PENCAPAIANPROGRAM PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN DELANGGU KABUPATEN KLATEN. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of 16. S-Fulltext PDF Bookmarks- C2B009035.pdf] Text
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Kecamatan Delanggu merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil beras dengan produktivitas pertanian yang tinggi, namun fenomena yang terjadi sekarang ini konversi lahan pertanian di Kecamatan Delanggu mengalami peningkatan sehingga mempengaruhi kebutuhan pangan dalam jangka panjang. Dengan adanya fenomena tersebut maka pemerintah membuat kebijakan program Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) di Kecamatan Delanggu dengan menetapkan zona pertanian dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pencapaian program Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Variabel dalam penelitian ini adalah 1. Aspek Sosial Kelembagaan (Bantuan, tanggungan keluarga petani, Sosialisasi, Penyuluhan, Pengembangan Sistem Informasi, Pendidikan dan Pelatihan, Peran dan Tanggung Jawab anggota); 2 Aspek Ekonomi (Pendapatan Petani, Produktivitas Padi, Peningkatan Tenaga Kerja, Insentif, Bantuan Pembiayaan Pajak, Melindungi luas lahan petani, Penentuan Harga Jual Produksi, Bantuan Distribusi Pemasaran); 3. Aspek Lingkungan (Akibat Konversi lahan pertanian, Konservasi tanah dan air, Pencetakan lahan sawah baru, Intensifikasi lahan pertanian, Diversifikasi lahan pertanian); 4. Aspek Teknis (Perbaikan Infrastruktur Pertanian, Penggunaan bibit unggul, Pendidikan dan Pelatihan sistem pertanian, Pengembangan Teknologi, Pencegahan hama, Penentuan Zonasi dalam RTRW). Sampel dari penelitian ini adalah petani yang melakukan konversi lahan pertanian dan pakar kebijakan program Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Berdasarkan hasil penelitian menjelaskan bahwa aspek sosial kelembagaan mempunyai nilai bobot paling tinggi yaitu sebesar 0,483 serta meningkatkan pemahaman petani mengenai program PLP2B merupakan sub alternatif mempunyai nilai bobot paling tinggi yaitu sebesar 0,084. Hal ini menunjukkan bahwa perlu pemahaman petani mengenai program PLP2B merupakan strategi untuk mencegah terjadinya konversi lahan mengingat keberadaan lahan pertanian mempengaruhi kebutuhan pangan dalam jangka panjang. Kebijakan yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman petani yaitu dengan mengadakan sosialisasi, penyuluhan, pendidikan dan pelatihan serta didukung dengan peran keefektifan kelembagaan petani dalam mencapai program perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan
Keywords : PLP2B, Land Convertion, Delanggu Sub-district, PLP2B, Konversi Lahan, Kecamatan Delanggu
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Pembangunan
Depositing User: Users 15 not found.
Date Deposited: 11 Mar 2020 03:51
Last Modified: 11 Mar 2020 03:51
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/3647

Actions (login required)

View Item
View Item