PENILAIAN KERUGIAN ABNORMAL PADA BUDIDAYA UDANG Studi Kasus Budidaya Udang di MSTP (Marine Science Techno Park) Universitas Diponegoro Jepara, Jawa Tengah

ALFIYANA, Fitri and UTOMO, Dwi Cahyo,(19 June 2025), PENILAIAN KERUGIAN ABNORMAL PADA BUDIDAYA UDANG Studi Kasus Budidaya Udang di MSTP (Marine Science Techno Park) Universitas Diponegoro Jepara, Jawa Tengah. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (30kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (138kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (76kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (502kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (211kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmark] Text (Fulltext PDF Bookmark)
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan menilai kerugian abnormal (abnormal losses) pada budidaya udang khususnya udang vaname. Mengelola kerugian abnormal sangat penting dalam bisnis agar kerugian tidak semakin besar. Salah satu alasan utamanya adalah bisa menjaga margin keuntungan perusahaan. Kerugian abnormal bisa meningkatkan biaya dan mengurangi pendapat, yang akhirnya dapat menurunkan margin keuntungan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deksriptif-kuantitatif pada studi kasus budidaya udang vaname di MSTP (Mariene Science Techo Park) Universitas Diponegoro, Jepara, Jawa Tengah, yang terdiri dari dua kluster dengan tujuh siklus pada setiap klusternya. Data yang digunakan meliputi biaya produksi, efisiensi baya dan biaya operasional. Perhitungan yang digunakan didasarkan pada prinsip-prinsip akuntansi biaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa budidaya udang teridentifikasi kerugian abnormal pada tiga komponen biaya yaitu pada biaya listrik-siklus 1, biaya BBMsiklus 6, biaya mekanik-siklus 1 (Kluster A) dan biaya listrik-siklus 5, biaya BBMsiklus 6, biaya mekanik-siklus 2 (Kluster B). Penliaian kerugian abnormal dilakukan dengan membandingkan biaya aktual dengan rata-rata biaya normal. Selisih biaya tersebut dianggap sebagai kerugian abnormal jika tidak memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil panen. Diketahui bahwa nilai kerugian abnormal pada Kluster A sebesar Rp 45.710.159 dan pada Kluster B sebesar Rp 41.827.364. Implementasi sitem pengendalian biaya yang terintegritasi dengan siklus produksi sangat diperlukan guna memungkinkan proses evaluasi secara berkala dan waktu nyata terhadap komponen biaya yang paling krusial.
Keywords : Abnormal loss, cost accounnting, loss detection, abnormal loss assessment., Kerugian abnormal, akuntansi biaya, deteksi kerugian, penilaian kerugian abnormal.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Akuntansi
Depositing User: Fitri Alfiyana
Date Deposited: 24 Jun 2025 04:03
Last Modified: 24 Jun 2025 04:05
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/16406

Actions (login required)

View Item
View Item