SUBJECTIVE WELL-BEING WORKAHOLICS DALAM OVERWORK CLIMATE (PENELITIAN FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF)

ALFIANTO, Rahmad and ANDRIYANI, Andriyani,(16 June 2025), SUBJECTIVE WELL-BEING WORKAHOLICS DALAM OVERWORK CLIMATE (PENELITIAN FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (126kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (163kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (154kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (1MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (564kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (19MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi subjective well-being workaholics yang bekerja dalam overwork climate dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam karyawan yang mengalami kecenderungan workaholism dan telah bekerja dalam overwork climate selama lebih dari dua tahun. Penelitian ini mengidentifikasi tujuh tema esensial yang menggambarkan pengalaman partisipan, yaitu: (1) kondisi kerja; (2) motivasi, nilai, dan prinsip kerja; (3) gaya kerja dan karakteristik pribadi; (4) dampak pekerjaan terhadap kehidupan pribadi; (5) adaptasi dan manajemen diri; (6) dukungan sosial; dan (7) subjective well-being. Partisipan mengalami tekanan kerja tinggi dan dorongan internal untuk terus bekerja, yang berdampak pada kondisi fisik, psikologis, sosial, finansial, dan pengembangan karier. Partisipan menghadapi situasi tersebut melalui adaptasi dan dukungan sosial. Subjective wellbeing dimaknai sebagai proses pemaknaan, evaluasi, dan reflektif yang mencakup pencapaian bermakna, kepuasan, dan harapan masa depan. Implikasi manajerial dari temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara individu dan organisasi dalam mengelola risiko workaholism serta menjaga kesejahteraan karyawan. Pada tingkat individu, dibutuhkan kesadaran diri, regulasi kerja yang sehat, dan dukungan sosial maupun profesional. Pada tingkat organisasi, dibutuhkan sistem kerja yang mendukung melalui kebijakan kerja yang jelas, kepemimpinan suportif, serta lingkungan kerja yang adaptif dan peduli terhadap keberagaman nilai dan kebutuhan karyawan.
Keywords : subjective well-being, workaholism, overwork climate, workaholic, subjective well-being, workaholism, overwork climate, workaholic
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Manajemen
Depositing User: Rahmad Alfianto
Date Deposited: 30 Jun 2025 06:37
Last Modified: 30 Jun 2025 06:40
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/16539

Actions (login required)

View Item
View Item