RESWANTI, Tri and MUHARAM, Harjum,(16 June 2025), PENGARUH TATA KELOLA RISIKO TERHADAP RENTABILITAS BANK UMUM MILIK PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA SEBELUM DAN PADA MASA PANDEMI COVID-19. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (46kB)
Download (30kB)
Download (30kB)
Download (70kB)
Download (197kB)
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Dalam situasi ketidakpastian global seperti pandemi Covid-19, ketahanan sektor perbankan menjadi perhatian strategis, khususnya bagi bank umum yang dimiliki oleh pemerintah daerah karena perannya yang krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi di tingkat regional. Sejak pandemi Covid-19 merebak pada akhir tahun 2019, terlihat adanya perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi serta penurunan kinerja sektor perbankan, termasuk profitabilitas bank umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengungkapan risiko, jumlah anggota komite pemantau risiko, dan aktivitas komite risiko memengaruhi tingkat profitabilitas bank, yang diukur melalui indikator Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE). Selain itu, untuk membandingkan kondisi sebelum dan selama pandemi, digunakan metode uji beda dengan paired sample t-test.
Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah kuantitatif. Pengujian hipotesis H1 hingga H6 dilakukan dengan metode regresi, sedangkan hipotesis H7a hingga H7e diuji menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis regresi pertama mengungkapkan bahwa hanya hipotesis H1 yang didukung, yakni pengungkapan risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA (t = 2,525; p = 0,013). Sebaliknya, hipotesis H2 dan H3 ditolak karena baik jumlah komite risiko maupun aktivitas komite tersebut tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap ROA (t = -1,741; p = 0,084 dan t = -1,923; p = 0,056). Nilai koefisien determinasi (R²) pada model pertama adalah 0,078, yang berarti bahwa 7,8% variasi ROA dapat dijelaskan oleh variabel independen.
Pada model regresi kedua, hanya hipotesis H5 yang diterima, di mana jumlah komite risiko memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap ROE (t = 2,019; p = 0,045). Sementara itu, H4 dan H6 ditolak karena pengungkapan risiko dan aktivitas komite risiko tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap ROE (t = -0,920; p = 0,359 dan t = -1,695; p = 0,092). Nilai R² sebesar 0,055 menunjukkan bahwa model hanya mampu menjelaskan 5,5% dari variasi ROE. Lebih lanjut, hasil uji beda menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa hanya hipotesis H7c, H7d, dan H7e yang diterima. Aktivitas komite risiko tercatat mengalami peningkatan signifikan selama masa pandemi (t = -2,048; p = 0,044), sementara terjadi penurunan signifikan pada nilai ROA (t = 3,446; p = 0,001) dan ROE (t = 4,920; p = 0,000) selama periode tersebut. Di sisi lain, H7a dan H7b ditolak karena tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam hal pengungkapan risiko (t = -1,000; p = 0,320) dan jumlah komite risiko (t = -1,211; p = 0,230) sebelum dan saat pandemi Covid-19.
| Keywords : | Risk Disclosure, Number of Risk Committees, Risk Committee Activity, ROA, ROE, Covid-19 Pandemic, Regional Government-Owned Commercial Banks., Pengungkapan Risiko, Jumlah Komite Risiko, Aktivitas Komite Risiko, ROA, ROE, Pandemi Covid-19, Bank Umum Milik Pemerintah Daerah. |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Masters) |
| Subjects: | Manajemen |
| Depositing User: | Tri Reswanti |
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 08:02 |
| Last Modified: | 07 Jul 2025 08:02 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/16727 |


