PENGARUH ARTIFICIAL INTELLIGENCE, ENVIRONMENTAL SOCIAL GOVERNANCE, DAN TINGKAT INOVASI TERHADAP GREENWASHING DENGAN MEDIA SEBAGAI VARIABEL MODERASI

MEILANI, Asih Dwi and MUTMAINAH, Siti,(15 July 2025), PENGARUH ARTIFICIAL INTELLIGENCE, ENVIRONMENTAL SOCIAL GOVERNANCE, DAN TINGKAT INOVASI TERHADAP GREENWASHING DENGAN MEDIA SEBAGAI VARIABEL MODERASI. , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (325kB)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (312kB)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (320kB)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (409kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (389kB)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Artificial Intelligence, Environmental Social Governance, dan tingkat inovasi terhadap greenwashing dengan memasukkan peran media sebagai variabel moderasi. Greenwashing terjadi ketika perusahaan memanipulasi data keberlanjutan untuk meningkatkan reputasi lingkungan tanpa menerapkan kebijakan keberlanjutan yang berarti. Seruan untuk akuntabilitas lingkungan global dan penggunaan teknologi digital serta inovasi yang semakin meningkat adalah faktor yang memicu studi ilmiah ini. Penggunaan data sekunder dari annual report dan sustainability report perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2022-2023. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Greenwashing sebagai variabel terikat dan media sebagai variabel moderasi. Kemudian, variabel bebas terdiri atas AI, ESG, dan tingkat inovasi. Temuan studi menunjukkan bahwa greenwashing sangat terpengaruh secara negatif oleh AI. Semakin banyak AI digunakan dalam operasional bisnis, maka semakin kecil bisnis terlibat dalam praktik greenwashing. Selain itu, dampak kinerja ESG terhadap greenwashing juga sangat merugikan. Kinerja ESG yang baik mengurangi godaan untuk memalsukan citra keberlanjutan dengan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. Di sisi lain, greenwashing tidak terlalu dipengaruhi oleh tingkat inovasi perusahaan. Artinya,greenwashing tidak dapat ditekan secara efektif oleh inovasi yang tidak secara khusus berfokus pada keberlanjutan. Menurut hasil uji variabel moderasi, media secara signifikan memoderasi hubungan antara AI dan greenwashing. Keberadaan media kritis memperkuat kemampuan AI untuk menekan greenwashing. Namun, media tidak memiliki kendali atas bagaimana inovasi dan kinerja ESG memengaruhi greenwashing. Temuan studi ini menyoroti pentingnya perusahaan dalam mengintegrasikan AI dan ESG ke dalam manajemen keberlanjutan serta mengarahkan inovasi menuju kerangka kerja keberlanjutan yang dapat diukur. Meskipun independensi dan kualitas media masih menentukan seberapa efektif teknologi keberlanjutan, media juga berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan akuntabilitasnya. Guna mengendalikan greenwashing, studi ini menambahkan variabel media dan teknologi ke dalam literatur teori sinyal.
Keywords : Artificial Intelligence, ESG, Innovation, Greenwashing, Media, Signaling Theory, Moderated Regression Analysis, Artificial Intelligence, ESG, Inovasi, Greenwashing, Media, Teori sinyal, Moderated Regression Analysis
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Akuntansi
Depositing User: Asih Dwi Meilani
Date Deposited: 23 Jul 2025 08:22
Last Modified: 23 Jul 2025 08:22
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/16802

Actions (login required)

View Item
View Item