JANNAH, Laili Ifaul and PURWANTI, Evi Yulia,(19 August 2025), KESEJAHTERAAN NELAYAN KECIL BERDASARKAN ALAT TANGKAP DALAM PERSPEKTIF BLUE ECONOMY DAN MAQASHID SYARIAH (Studi Kasus di Kabupaten Rembang). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED
Download (270kB)
Download (232kB)
Download (257kB)
Download (313kB)
Download (302kB)
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Kabupaten Rembang merupakan salah satu daerah dengan potensi perikanan laut yang besar di Jawa Tengah, namun tingkat kemiskinannya tetap tinggi, terutama di kalangan nelayan kecil. Ketimpangan ini mendorong evaluasi terhadap praktik perikanan yang dilakukan, khususnya dalam kaitannya dengan alat tangkap yang digunakan serta sejauh mana praktik tersebut sesuai dengan prinsip berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan alat tangkap terhadap kesejahteraan nelayan kecil, menganalisis kesesuaian penggunaan alat tangkap dengan prinsip blue economy, dan menganalisis penggunaan alat tangkapnya dari perspektif maqashid syariah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap nelayan kecil di Kabupaten Rembang. Informan dipilih secara purposive, mencakup nelayan pengguna alat tangkap ramah lingkungan dan tidak ramah lingkungan, serta pihak terkait dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan teknik triangulasi metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis alat tangkap tidak berpengaruh langsung terhadap tingkat kesejahteraan nelayan, karena kedua kelompok berada pada tingkat Keluarga Sejahtera II (KS II). Namun, dari perspektif neoclassical welfare theory, penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan cenderung merugikan nelayan lain dan ekosistem laut secara jangka panjang. Sementara itu, nelayan Kaliori lebih konsisten menerapkan prinsip blue economy seperti multiplier
effect, inklusi sosial, inovasi dan adaptif, serta berhasil memenuhi lima tujuan maqashid syariah. Sebaliknya, nelayan Kragan masih terbatas dalam penerapan prinsip blue economy dan hanya memenuhi dua dari lima tujuan maqashid syariah.
Hal ini menunjukkan bahwa kesejahteraan nelayan dengan alat tangkap ramah lingkungan lebih sejalan dengan prinsip syariah dan keberlanjutan ekologi.
| Keywords : | Welfare, Small-Scale Fishermen’s, Fishing Gear, Blue Economy, Maqashid Syariah, Kesejahteraan, Nelayan Kecil, Alat Tangkap, Blue Economy, Maqashid Syariah |
|---|---|
| Journal or Publication Title: | UNSPECIFIED |
| Volume: | UNSPECIFIED |
| Number: | UNSPECIFIED |
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
| Subjects: | Ekonomi Islam |
| Depositing User: | Laili Ifaul Jannah |
| Date Deposited: | 29 Sep 2025 02:27 |
| Last Modified: | 29 Sep 2025 02:27 |
| URI: | https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17188 |


