ANALISIS TINGKAT RISIKO KREDIT SMALL MENGGUNAKAN METODE VINTAGE ANALYSIS (STUDI KASUS DI BRI REGION 11 YOGYAKARTA)

IRSAN, Arully and SUKRESNA, I Made,(29 September 2025), ANALISIS TINGKAT RISIKO KREDIT SMALL MENGGUNAKAN METODE VINTAGE ANALYSIS (STUDI KASUS DI BRI REGION 11 YOGYAKARTA). , UNSPECIFIED, UNSPECIFIED

[thumbnail of Cover] Text (Cover) - Published Version
Download (0B)
[thumbnail of Abstrak (Inggris)] Text (Abstrak (Inggris)) - Published Version
Download (0B)
[thumbnail of Abstrak (Indonesia)] Text (Abstrak (Indonesia)) - Published Version
Download (0B)
[thumbnail of Daftar Isi] Text (Daftar Isi) - Published Version
Download (0B)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka) - Published Version
Download (0B)
[thumbnail of Fulltext PDF Bookmarks] Text (Fulltext PDF Bookmarks)
Restricted to Repository staff only

Download (0B) | Request a copy

Abstract

Industri perbankan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui penyaluran kredit produktif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah tingginya rasio Non-Performing Loan (NPL), terutama pada segmen Small Business yang rentan terhadap gejolak ekonomi dan keterbatasan kapasitas manajerial debitur. Pasca berakhirnya kebijakan restrukturisasi kredit Covid-19 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), risiko pemburukan kualitas kredit semakin nyata, seperti yang terlihat pada BRI Region 11 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat risiko kredit Small, menganalisis pola pemburukan pada pinjaman dengan vintage kurang dari 12 bulan, serta mengungkap faktor penyebab utama. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan memanfaatkan data internal BRI Region 11 Yogyakarta periode 2022–2025. Metode Vintage Analysis diterapkan untuk menilai perilaku pinjaman secara longitudinal berdasarkan usia kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit dengan vintage kurang dari 12 bulan mengalami pemburukan signifikan, ditandai peningkatan NPL hingga 3,21% pada 2024, level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Faktor penyebab berasal dari pencabutan kebijakan stimulus, kondisi makroekonomi, keterbatasan informasi, dan kelemahan manajerial debitur. Segmen Small tercatat sebagai penyumbang terbesar pemburukan kualitas kredit, sehingga berdampak pada profitabilitas dan peningkatan kebutuhan pencadangan kerugian. Kesimpulannya, risiko kredit pada segm-en Small sangat tinggi dan memerlukan strategi mitigasi khusus. BRI perlu memperkuat prinsip kehati-hatian, memperbaiki sistem monitoring berbasis vintage, serta meningkatkan literasi finansial debitur. Penelitian selanjutnya disarankan mengombinasikan Vintage Analysis dengan model prediktif kuantitatif untuk menghasilkan proyeksi risiko yang lebih komprehensif.
Keywords : Credit Risk, Non-Performing Loan, Vintage Analysis, Small Business Loan, BRI Region 11 Yogyakarta., Risiko Kredit, Non-Performing Loan, Vintage Analysis, Kredit Small, BRI Region 11 Yogyakarta.
Journal or Publication Title: UNSPECIFIED
Volume: UNSPECIFIED
Number: UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Manajemen
Depositing User: Arully Irsan
Date Deposited: 08 Oct 2025 07:05
Last Modified: 08 Oct 2025 07:05
URI: https://repofeb.undip.ac.id/id/eprint/17277

Actions (login required)

View Item
View Item